Minggu, 19 Juni 2011

MAAFKAN AKU DALAF

....

Lampu tamaram sepanjang perjalanan dari MTQ menuju ke UIR, tak lagi mengusik perhatianku saat ini.

Aku hanya diburu rasa bersalah pada DALAF. Bagaimana tidak, aku mungkin menyebabkan DALAF marah saat ini.


Aku berpikir, bisa melanjutkan tidurku yang telah dirampas oleh murid ngajiku td sore. Tapi, bagaiman aku bisa terlelap, jika nun disana kekasihku marah pada sikapku.

Aku yakin kantuk tidak akan mendekat padaku. Semoga setelah aku melafaskan semua kejadian ini, aku bisa tidur, walau hanya 5 menit tuk aku melakukan shalat TAHAJJUD.

KANDA...

Dinda merasa, memperhatikan, melihat dan menilai kanda tak memperhatikan dinda walau hanya sekali untuk waktu satu detik saja sayang.

Kanda menjatuhkan pandangan pada bumi, yang dinda tafsir itu wujud dari marah kanda pada dinda

Diberbagai kesempatan, dinda begitu antusias tuk menatap kanda.

Dinda sebenarnya tak ingin bersedih, tapi dinda sensitif sayang.

Berulang kali dinda mengajak kanda berbicara, tetapi tak sedikitpun kanda merespon. Dinda tak malu lagi melihat kanda, meskipun kanda tak ingin melihat dinda saat ini.

Ya Tuhan

Kata-kata apalagi yang hendak ku tulis di sini?

Maaf sudah berulang kali aku ucapkan. Tapi aku belum lagi mendapat respon.

Awal ceritanya adalah, saat aku terlupa kalau ada undangan di Rumah pak Nazirun. Aku benar-benar lupa. Tiba-tiba saja aku teringat, ketika aku sedang luluran.

Aku juga menjadi bingung. Tak tau harus berbuat apa. Aku mencoba meluahkan kebingunganku kepada DALAF.

Responya sangat positif. Tapi hatiku mengatakan dia punya kesibukan. Jadi kuurungkan niatku, untuk tidak meminta bantuannya.

5 menit setelah itu, sepupuku nelp, berniat mengantarkan aku ke rumah pak Nazirun. Tanpa membuang waktu, aku melepaskan seluruh pakaianku, lalu mandi.

Usai mandi dan berpakaian, aku langsung menunggu di depan pintu. 5 menit, Rahman is pun tiba.

Sampai di jalan. Tiba-tiba Kanda menanyakan.

"Dinda ada helemed?"

"Ada."

Selang dua menit DALAF menelponeku. Aku tidak begitu dengar suaranya. karena kami dijalan.

"Aslamalaikum."

"waalaikumsalam."

"dinda ada helemed."

"Yalah."

"Kanda tunggu di MTQ aja. Dinda cari kado dulu yah."

"Okelah."


Aku akhirnya memutuskan membeli magigcom seharga 300 ribu. Alangkah geram rasa hati, lama kali orang tersebut membungkus kadonya. HUFT...

Akhirnya aku pun terpaksa turun tangan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sampai tuntas.

Kami pun melangkah usai membayar semuanya.

****

ALLAH MAHA PENENTU SEGALANYA

Sampai di MTQ, aku tak kalau jualan jagung itu adalah MTQ. Mungkin karena faktor malam. Ramhman pun tidak berhenti. aku pikir dia tau, kalau DALAF menunggu aku di MTQ. akhirnya sampai di depan KOKI SUNDA, kami memutuskan untuk menunggu DALAF. Lalu aku mensms dia.

seiring waktu berlalu, diapun tiba.

Pertama yang memberi kesan buruk padaku adalah Pandangannya yang tak lagi bersahabat kepadaku. Dia tertuntuk marah.

ALANGKAH HANCURNYA HATIKU SAAT ITU. BEGITU KUAT ANGIN YANG INGIN MEMATIKAN LILIN DI HATIKU. AKU HANCUR. SEDIH. KECEWA. AKU HANYA BALIK MENYALAHKAN AKU, SERAYA BERTANYA DALAM PIKIRAN AKU.

"Marahkah dirimu wahai DALAF?"

"TAPI KENAPA?"

AKU TAK LAGI MAMPU MENATAP KOSONGNYA RASA DARI PANAH MATANYA YANG TAK LEMBUT MENGUSAP HATIKU. Sembari tawa membuat aku bingung. tapi aku harus pasrah. Mencoba untuk berpikir positif saja tentang semua hal.

Aku melihat dia kebut-kebutan di jalan. Padahal kami sudah di Jalan KASAH. Dia tidak berhenti. Dia malah lurus. Bingung harus bersikap. Akhirnya aku dan rahman memutuskan untuk menunggu dia jalan tersebut. Ku coba menelpone dan menSMS dia. Tak juga ada jawan dan balasan.

Ya TUHAN....

Kemana Hilangnya kekasihku?

Aku kembali bersedih.

Aku heran, Aku malah khawatir dia marah kepadaku. Tapi kenapa? Apa penyebabnya? Aku masih saja bodoh dengan pertanyaanku sendiri. Tak mampu aku jawab.

Karena tak juga ada jawab. Aku tetap berpikir positif.

"Dia tak tau jalan mungkin IS"

"mungkin kak."

"Atau dia marah dek?"

"Mungkin agaknye."

"Apa karena lama dia nunggu IS."

"Ye lah tu agagknye. Sebab kak, aku kalau nunggu cewek aku lame-lame. aku Pon marah juge."


AKU MEMUTUSKAN UNTUK TERUS MENUNGGU DIA.

"Is, coba kau susul abang tu Is. keliling saja di sekitar sini. Mungkin dia nunggu kite di depan."

"ye lah kak e."


****

Aku sendiri. berteman lalu lang kendaraan. Untuk menghilang suntuk, lalu aku sempat menghitung jumlah kendaraan yang lewat di depanku.

Aku coba menelponnya kembali. aku bahagia, dia mau mengangkan. Lilin hatiku yang terliuk-liuk oleh angin tadi, kembali normal. Aku senang seketika.

"Kanda dimana?"

"Di rumah Pak Nazirun."

"Kanda dah sampai."

"Iya."

"Dinda disini sayangku. Dinda sendiri. Jemput dinda sayang."


Dia pun datang menemuiku. Sermpak pulak dengan Rahman yang juga sampai. Akhirnya aku menaiki motorku sendiri.

Sampai di tempat pesta. Aku lihat dia tak kunjung menyoroti aku. Amarah benar-benar terlihat. Dia asyik sendiri dengan HPnya. Aku benar-benar merasa dihukum oleh kesalahanku.

Aku masih bertanya pada otakku.

KANDA...MUNGKINKAH KAU TERLUPA ADA AKU DISINI YANG MENCINTAIMU. HINGGA ENGKAU ENGGAN UNTUK MEYAPAKU DENGAN MATAMU WALAU SEBENTAR....

PERTANYAAN DI DALAF

"Kanda...Boleh dinda nanya satu hal?"

"Tanyalah buah hatiku...."

"Hmmmm...Tapi kanda jawab jujur ya!"

"Ia sayangku...Insylah."

"Beneran ya. Gak marah kalau dinda nanya ini?"

"Gak sayangku."

"Kanda pilih mana antara Mesya Putia sama dinda?"

Aku terdiam. Decak kekaguman mengalir kesluruh tubuhku. tak aku menduga jawabannya tertuju padaku.

Lalu antara aku dan dia hanya diam.

AKU BERSYUKUR TUHAN

Ucapannya saja membuat aku bahagia. Apatahlagi nanti jika beneran terjadi. Benarkah dia akan memilih aku sebagai istrinya? itulah pertanyaan2 yang mencuat di otakku saat itu.

Tak habis pikir olehku, hingga aku benar2 terdiam. Diam aku karena terkesima oleh kata-katanya.

"Dinda harus yakinkan kanda?"

"Apa yang harus dinda lakukan untuk meyakinkan kanda?

"Dinda harus yakinkan kanda, bahwa dinda hanya milik kanda."

"Apa kanda siap terima resiko? Kita akan melukakan wanita itu. Soal Lelaki itu tak begitu penting. Ada dan tiada dinda tak berarti apa-apa buat dia. Tapi tidak bagi kanda. Kanda tu sangat berarti buat Meysa Putia.

"Dinda tu tak percaya sama kanda. Tolonglah yakinkan kanda Sayangku. Jangan jadikan kanda ni alternatif."

Aku tertunduk kembali dalam pembaringanku. Sungguh..aku insyaf dengan kalimat terahir darinya kali ini. Bukan apa-apa.

Dia telah memilih aku. Ya Tuhan.

Aku ingin membuat dia bahagia ketika dia meminta...

"kanda mau dinda jadi kayak kemarin. Cemburu cuma sebentar aja. tak lama-lam kayak gini."

"insylah sayangku.."

"Dinda lama kali cemburunya. Kanda tu terombang ambing selama dua hari ini."

BATIK COKLAT DALAF

16 JUNI 2011 INI, lautan kasih terungkap oleh sebuah kalimat yang menyemati bebrapa peranyaannya tentang baju.

"Dinda masih ingat baju ini?"

"ehmmm...gak. Cuma ingat sama orangnya aja."

"Baju ini menjadi sangat berarti bagi kanda."

"kenapa?"

"Karena dinda pernah bersandar di sini."

Kalimat terakhir membuat aku tertunduk malu. Sungguh aku terbius rasa bahagia oleh kata-katanya. Ternyata aku begitu berarti bagimu DALAF.

Sudah tiga hari cerita itu berlalu sebenarnya. Tapi ucapan itu terekam hebat di otakku. bukan sampai aku menulis ini saja. Mungkin sampai Nanti aku MATI.

DALAF..

DALAF...

DALAF....

DALAF.....

Dinda ingin selalu menjadi berarti bagi Kanda.

Tidak hanya malam kemarin, tapi untuk selamnya.

Aku ingin menjadi kuah, nasi, lauk, sendok dan garpumu, yang selalu tersaji dalam piringmu.

DALAF...AKU INGIN MENJADI MILIKMU, WALAU AKU TAU SEKARANG KAMU ADALAH MILIK DIA. KU BERHARAP PADA ALLAH KARENA KANDA ADALAH MILIK SANG PENCIPTA.

TEH TELUR SEDAP BETOL


Aku ingin minum teh telur lagi. Kapan ya aku bisa menikmati teh telur ini. Pengen....siapa yang bisa bawa kau ke situ.

keinginanku diawali oleh rindu pada sebuah kedai makan di simpang sekitar UNiversitas Muhammdyah Riau.

Ada yang tahu?

Teh telurnya enak banget.

baru sekali aku minum sekitar tahun 2010 lalu, aku masih terasa enak rasanya di lidahku. spesial aja. berbeda.

Siapa saja boleh mencoba. Tapi aku tak tau nama tokonya, karena ketika aku singgah itu pas mati lampu.

KEBAHAGIAANqu




Sengaja ku pajang foto ini. Saat pertama aku jadi dosen di UIR. Meskipun aku sedikit kurus, tapi aku sangat bahagia. sekarang Aku bertambah gemuk. Bukan karena gemuk badanku, tapi karena masalah yang membuat badan aku tergemuk olehnya.

Mungkin aku harus selalu bahagia. Dalaf...Ajari aku untuk bahagia, karena ku yakin kau adalah syifa bagiku saat ini

SAHABAT DARI ACEH




Foto tersebu adalah foto kenangan i Hotel AZIZA Pekanbaru. Saat aku dan Ali menjemput bang Yasar Untuk pergi keliling Pekanbaru

abang tu bernama Muhammad Yasar.

Ketika di Malaysia dulu, dia sangat baik padaku...Thanks ya Abang

ULTAH K' MIRANTY EKA PUTRI

Ultah Kak ANTY..





Hmmmm.....

Sebenarnya bukan tanggal 06 Juni Ultahnya kak anty. Tapi 05 Juni. Tapi karena dia semalam, kami jadi merayakannya hari ini.

Saat ini, kak anty adalah seorang sekretaris yang sangat baik. Dia bekerja sangat cepat. Aku bahagia dan bersyukur kepada Allah karena tlan menciptka sekretaris yang baik ini buat aku.

Aku juga ingin mengucapkan terima kasih buat dia di blog kesayangnku ini. Bukan gengsi ngucapin langsung, tapi aku sengaja mengucapkannya seraya berdoa untuk kebahagiaannya di sini.

Kak Anty" Bagiku dirimu adalah seorang kakak yang banyak memberi tunjuk ajar padaku akibat ketidaktahuanku. terima kasih kakakku. Semoga kelak Allah akan membalasnya."

Selamat Ulang tahun yang ke-29 ya kak....

DOAQUP DI DALAF

Dalaf...


Dini hari aku bangun khusus mendoakanmu. Aku berharap, besok dan seterusnya aku bisa menjaga perasaanku.

Sayang...

Tak mampu aku melukiskan kisah indah malam di MTQ itu. Kau usap kepalaku, sungguh romantiAku damai ketika itu.

Sayang...

Kejadian itu mencuri tidur malamku tiga hari yang berlalu. Aku tidak bisa sepertimu saat ini, tidur nyenyak. hingga kau tidak mendengar suara telp dariku.

Sayang....

Itu biasa saja bagimu sayang. Tapi ianya bukan biasa bagiku. Ia bahkan melebihi keindahan2 malamku sebelum ini, ketika kita mencoba mambagi bintang.

"Bulan itu bintang juga lo dinda."

"Oh ya. berarti bintang gemuk dan bintang kurus dong."

"heheh."

"Ya udah, gini aja. Kanda bintang yang kurus aja. Bintang gemuknya buat dinda. Gimana?"

"Ya lah...sayangku, cintaku, buah hatiku, Intan Payung."

"MmmmmMMMMMMMMMMMMMmmmmmmmmmm"

"MMMMMMMMMMMMMMMMMM."


Keheningan malam itu, tak terucap ketika kami sama-sama mencoba menikmati jagung bakar,
apalagi saat dia

Sabtu, 18 Juni 2011

PROFESOR ANEH

Jumat, 17 Juni 20011


PRofesssor...


Jumat, hari ini agak sedikit ada yang lucu sebenarnya. Ku melihat profesor yang kemarin sering membuat aku takut, kini sudah berubah.

Mau tau kenapa....

Hahaha....

Dia di telpon Nasrol Akmal. Dia tak tau abang aku tu sape.

lega rasa hatiku...Makasih bang Nasrol
e....

Dulu aku pernah dibuat kusut oleh lelaki ini, tetapi Alhamdulillah sekarang tidak lagi

Makasih ya Allah.. Makasih bang Nasrol Akmal....

CATATAN PENTING BUAT DALAF

"Dua hari ini dinda berubah."

"Apa yang berubah kanda?"

"kanda merasa dinda berubah aja."

"Hmmmm."

"Dinda cemburu?"

"mungkin."

"sama siapa dinda cemburu?"

" kadang kita gak sadar sikap kita bisa melukai hati orang lain."

" coba kanda ingat dulu. tadi kanda sama .... trus sama.... lepastu sama...kak...Tak kan dinda cemburu sama kak tu pulak?"

"hmmmmm..abaikan saja kanda."

" kenapa dinda tak mau cerita masalah dinda ke kanda? apa kanda tidak berarti buat dinda?

Dalaf...Taukah dirimu sayang...kehadiranmu di ruang yang pengap oleh ahtiku saat ini saja sudah sangat berarti bagiku. Kau tau sayang. Aku bukan tak mau cerita. Aku malah sebaliknya, banyak sekali hal yang ingin kusampaikan kepada kanda. Sangat banyak. Bahkan kanda Tau...Dinda pengen sekali meminjam bahu kanda.

Seperti Malam kelmarin saat kita menjenguk Agus. Usai dari sana, kita mampir makan jagung bakar di MTQ.

Kanda tau...itu menjadi saat yang paling indah dalam hidup dinda. Tanpa malau dinda bersandar di bahu kanda. Lalu kanda mengusap kepala dinda.

Tak ada yang lebih indah selain malam itu sayang. Meskipun seluruh kenangan cinta lalu dinda disatukan, tak akan mampu menyaingi rasa itu.

Saat ini...Dinda ingin sekali memgang hangat tangan kanda, yang malam kemarin membuat dinda tenang setiap kali kau menggenggam erat hangatnya tangan dinda.

Tak ada yang lebih berarti selain malam itu.

*****

Sperti sore ini dinda di landa berjuta masalah. Terutama dengan salah seorang Pembantu Dekan yang tadi siang berkoar-koar di Ruang dosen menuduh dinda jadi peeror.

Padahal kanda taukan semalam kita kemana.

Dia malah enakan marah-marah.

Kanda tau...

Dinda kesal. HUFT.....


*****

Sayang...aku ingin cerita, seperti burung menyupi makan anak-anaknya yang tidak mampu. Bahakan aku inin sekali mengajakmu pergi agar aku merasa lega. Aku ingin berteriak sekuat-kuatnya sayang. Kau tau itu yang aku butuhkaan saat ini

Selain itu,... aku ingin sekali Shalat di Masjid Agung. Kau tlah mengajarkan aku tuk mengngat Tuhan di situ.

Aku ketagihan sayang...Tempat itu membuat aku tenang. Bahkan malam itu, aku tak ingin pulang. Tapi, kita sama2 belum mandi.

hahahah.....

Ingin rasanya aku mengulang masa itu. Tak seperti saat ini. Kita berhadapan saling diam.

Hanya sebait Ungkapan tadi saja.

Entah apa yang terjadi antara kita.

Dinda sibuk dengan perasaanku sendiri. Kanda juga begitu sibuk dengan laptop. Ntahlah. Dinda tiba-tiba saja cemburu, jika sekajap saja kanda mengalihkan perhatian pada yang lain.

Dalaf...

Kanda bertanya pada dinda, "ada masalah apa? ceritalah sama kanda!" tapi mata kanda tertuju pada laptop. bagaimana dinda mau bercerita sayangku? Saat mata itu tak bersahabat. Dinda tau kanda tak bisa mengerjakan dua sekaligus. makanya dinda membuat keputusan untuk pulang saja.

Karena akan percuma, jika dinda bercerita saat ini. dinda yakin dinda bisa menyelesaikannya sendiri. Pabila waktunya tiba. dinda akan ceritakan semua.

******

Dua hari dinda mencoba sikap biasa sama kanda, apa yang terjadi, rasa setahun dinda kehilangan kanda.

Dalaf...

Aku tak mau kehilanganmu.....


dalaf........
DALAF..............
dalaf......................
DALAF.............................
DALAF....................................
dalaf...........................................
dalaf..................................................

DOA BUAT ANANDA AGUS WAHYUSRI

Tuhan...

Ku ingin sekali menceritakan seorang mahasiswaku yang terkena musibah. Melihatnya anakku terbaring membuat permata bening ini mengupas masuk ke dalam sudut hatiku.

Jujur Tuhan.

Telah lama aku ingin menoret cerita tentang anak ini. Seorang anak yang mencuri perhatian dari sejuta kesibukan ku saat ini.

Entah kenapa Ya Allah, melihat semngatnya yang begitu antusian untuk belajar, lama kelamaan mengugurkan juga permata bening diwajahku.

Jujur aku tak terbayangkan saat akhir idupku nanti.

Mungkin jika aku menjalani operasi kangker payudara, aku akan disuapin, dimandikan, oleh orang lain. Sama seperti yang kulakukan pada anakku saat ini. Ketika ku menyuapi dia makan, yang kepikir adalah saat aku nanti terbaring di rumah sakait. mungkin bukan dikamar ini, tapi bisa saja di sini.

Ya Allah...

Dalam shalat malamku ini, Ku titip sekuntum bunga buat anadaku tersayang. Sembuhkanlah dia dari segala keretakan tulang dan kepecahan hati yang berlaku saat ini. Tubuh kecil di usia ke-19 tahunnya menjadikan aku lemah setiap kali menatapnya Ya Tuhan.

Hamba tahu kelemahan hamba.

hamba harus selalu tersenyum, saat hati ini hancur tiap kali Agus menanyakan ujiannya.

Andai saja aku mengajarnya di semster ini, akan ku berikan dia nilai yang tepat untuk semnagatnya.

Ya Allah aku tak akan pernah berhenti berdoa, semoga dosen-dosen yang bersangkutan meu memberikan nilai kepada Agus.

Bersabarlah anandaku....Allah selalu melindungimu...jangan pernah kau sesali ini semua ananda. Terima kesempatan ini untuk berbakti kepada kedua orang tuamu nak.

Ibu ada di sini menyelipkan doa yang tak putus buatmu.

PU TU S AS A

kisah hidup bukan sesuatu yang harus kita sesali, karena kita bukan biasa dalam ketidakbiasaan. apa yang kita harapkan bukanlah sesuatu yang terkadang terjadi.

Seperti rasa hari ini yang menghukum jiwa pada lelah mataku melihat Dalaf menyita perhatiannya buat orang lain.

Aku tak mampu Tuhan..

Aku takut menjadi wanita yang tidak berguna di mata DALAF. Jujur aku tak mampu menahan rasa cemburu ini.

Sejak dua hari lepas....rasa rindu ini benar-benar membenam pada sudut hati ini.

Pada suatu sudut, aku harus bersikap seolah-olah aku kuat di matanya. Padahal kau tau DALAF... aku menjadi orng yang paling tidak berguna karena tak bisa membuat dirimu tersenyum ikhlas.

Aku bahkan mengutuk diriku sendiri saat ini. Saat kau tak menjawab telhon dariku, apatah lagi membalas sms tentang kejujuran dariku.

Mungkin kata-kataku kasar. Atau dia benci dengan kecemburuan aku yang berlebihan.

Senin, 13 Juni 2011

masih mendung DALAF?

Dalaf...

Ku melihat mendung itu masih membelitmu. Walau kadang kau tersenyum saat mata kita beradu, tetap kau tak bisa membohongi arti dari matamu yang antara pejam dan tercelik itu terlihat sama.

Dalaf...

Dari ruang ini, aku mencuri pandang terhadapmu, setiap kau terlengah. Kau tau sayang..Ku tak ingin lewatkan sedetikpun hari ini jauh darimu.

Ku ingin tatap raut wajahmu, meskipun wajah ganteng itu terlihat kusam saat ini.

Walau kusam, Keriput saja kanda di usia tua nanti, tak mau rasanya aku melewati masa tanpa memperhatikan gurat di kening dan sluruh wajahmu.

Dalaf...
Dalaf....
Dalaf.....
dalaf......
dalaf.......

Kau tau sayang. Aku bahagia saat dekat dengan kamu tadi. Terasa ada yang melindungiku. Jujur..ini ternyata NYAMAN...yang kau ucap kemarin.

Dalaf...

Aku Jatuh CINTA padamu. Sangat cepat memang.

Tapi itulah kebenaran di atas kenyataan.

Semalam saja... aku lebih memilih digonceng sama kamu dari pada Marhadi Sarja. Kau tau sayang, aku tak pernah menyisihkan adi, bila aku harus memilih dia dengan Dedi.

Aku sendiri heran. Kenapa aku seperti itu. Aku merasa ingin menambah panjang jalan menuju rumah pribadiku saat ini.

Kau tau sayang... aku ingin menikmati perjalanan yang lama ku nanti.

Ku ingin bercerita tentang semua rasaku sayang...

Minggu, 12 Juni 2011

SK TAK JELAS

Ternyata penyakit kangker yang ku derita tidak seganas penderitaanmu Dalaf. Saat kau memberi bacaan keputusan Rektor tentang itu. Sungguh ku tak sanggup. Permata bening menunggu saja awan menggetarkan langit mataku. Jika lama kubertahan di situ, maka akulah yang bakalan lebih hancur dibanding dia yang mengalami hal itu saat ini.

Dalaf...

Jujur... senyum palsu yang aku tebarkan adalah cara aku bersabar menghadapi ujian cinta kita.

Aku mencintaimu saat ini. Lebih dari aku mencintai diriku saat ini.

Aku khawatir padamu, lebih dari aku mengkhawatirkan vonis dokter terhadap penyakitku. Aku tak mau melihat kau rapu seperti saat ini.

Menangisi kejadian ini bukanlah solusi sayangku...

Tapi....

DIRIMU adalah kekuatanKU saat ini.

Mungkin ini masih terlalu awal untuk kau percaya. Tapi dirimu tetap harus percaya..

....KU INGIN SEPIRING BERDUA...UNTUK MENYATUKAN NASI, LAUK, KUAH, SENDOK DAN GARPU KITA...

Kalimat itu tak pernah kuucapkan buat siapapun kanda. Istimewa hanya untukmu. sekali lagi untukmu. Untukmu selamanya...

Dalaf...

Kau pernah ditinggalkan oleh IBUMU yang sangat engkau sayangi... kau tau sayang...tak ada satu hal pun di dunia ini yang lebih menyedihkan dari hal itu. percayalah....

Aku ditakdirkan lahir dan mengenalimu saat ini dari Allah bertugas untuk menemanimu berjuang saat ini.

Percayalah sayang...

Kubersedia menemanimu dalam menghadapi setiap kedukaanmu.

Sebagai insan yang berkerja mencapai Ridho ALLAH, kita WAJIB mengembalikan senyum yang telah dirampas oleh selembar catatan kusam yang tercabik buram itu.

Surat itu tidak lebih penting dari pertemuan CINTA kita saat ini.

Kita harus menari mengahadapi cobaan ini sayang...karena Cinta kita telah Allah hadirkan sebagai wujuduntuk mencapai ridhonya...

Dalaf...

Ku akan selalu ada buatmu...Percayalah...