Senin, 17 Oktober 2011

Aku ingin SEMBUH

"Gak perlulah pakai obat segala."

"Harus yakin, bisa sembuh."

"Aku yakin kok."

"Carilah teman."

"Tak perlu teman di dunia ini. Aku sudah punya Pangeran syurgaku. Ayah tahu itu."

"Kesendirin di dunia ini tak menjadi masalah bagiku. Allah tahu apa yang tersembunyi di Qalbuku."

"Mengalah bukan berarti kalah."

"Ia Ayah."

"Ku tetap akan memberi walau tak pernah diberi. Kelak aku akan tetap menerima meskipun aku tak diterima. Bukankah itu yang terpenting Ayah?"

Aku ingin sembuh Ayah.

Doakan aku, semoga cepat sembuh. Aku ingin merdeka dari sakit yang aku derita ini. Bukan aku tak kuat menghadapi atau menjalani ujian ini. Tapi aku ingin sembuh Ayah. Aku ingin sembuh.



Mahasiswa Pencuri KRS

Mmmmm... aku ingin berkongsi cerita dengan pembaca blogku yang sudah lama tak aku temui. Hari ini aku menjalankan tugasku sebagai pengawas dan mengawasi pengawas. Seperti biasa aku mengambil amplop soal ruang 6.14 dan 6.13 FKIP UIR. 

Singkat cerita aku menandatangani KRS yang berada di setiap mesi (meja-kursi) yang diduduki mahasiswa. Aku hanya menandatangani saja KRS2 tersebut. Ada salah satu mahasiswa yang kehilangan KRS.  Sebut saja inisialnya Sisy. Aku menenang dia untuk terus ujian sambil. Aku mencoba mencari ke ruang 6.14. Siapa tahu ada yang terbawa. Pencarianku tidak membuahkan hasil. lalu aku kembali ke ruang 6.13

Entah kenapa hatiku tidak senang. Aku memerksa kembali KRS setiap mahasiswa. Mencocokkan nama yang ada di lembar jawaban dengan yang di KRS. Ada satu mahasiswa yang mencoret namanya. Aneh juga. Mana mungkin mahasiswa lupa dengan namanya sendiri kecuali dia lupa ingatan.

Aku pun kembali pada Sisy. Melihat namanya. Tenyata anak yang mencoret namanya tadi mengaku langsung

"Saya yang mengambil KRS Sisy buk."

"Astagfirullah."

Aku tak bisa marah. Namun aku tak habis pikir. Aku mencoba menenangka  diri saja. Aku tak mengeluarkan dia dari ruang ujian. Aku tak menghukumnya. Cukuplah Allah yang tahu. Mungkin Dia tahu apa yang layak untuk anak tersebut. Semoga Allah mengampuninya.

Kendatipun aku marah pada anak tersebut, tak mungkin akan membuatku bahagia. Memaafkan adalah jalan yang tepat. Semoga tidak terjadi pada mahasiswa lain yang di FKIP

Jumat, 14 Oktober 2011

Makan Bakso

Ayah...

Aku dengar suaramu hari ini. Kukirim sejambak rindu beratku untukmu. Agar kita bisa menikmati semangkok bakso atau mi ayam. Suasana yang dingin yang dulu selalu kita rasakan. Kini ingin kuulang. Dalam taraf kemiskinan kita tetap bisa menguncupkan kenangan. 

Punya uang itu tak embuat kita bahagia. Jika kita bisa menikmati jagung rebus dengan bongkahan manis di tepi jalan itu. Jagung rasa susu yang kita anggap makanan istimewa untuk malam hari ketika itu. 

Tak ada Beban dalm hidup Kita


Pernah aku memiliki yang tak akan pernah dimiliki oleh wanita manapun di Dunia ini. Dalam ketiadaannya, aku pernah dibuat bahagia olehnya. Yang antara kami hanya ada canda dan tawa. Padahal ketika itu kami tahu, bahawa hubungan kami sulit untuk disatukan.

Satu prinsip yang dia pelajari dariku. "Belum tentu ada esok."

Prinsip itulah yang berjalan pada kami sebelum, saat dan sesudah perpisahan anatara kami. Tak pernah kami terikut oleh guratan emosi yang menyelimuti kedua hati kami. tersenyu dan tersenyum yang terkadang melepaskan semua beban anatara kami.

Semua kisah kasih tak terlerai oleh apapun, yang mestinya kami bersedih karena akan dipisahkan oleh sesuatu yang tak perlu kami ungkit-ungkit.

Kesabaranlah yang mendasari hubungan kami berdua. Sabar yang kini terwujud untuk menanti cinta yang kian lama terkubur

Risau Dek Nur

Hari ini aku dapat berita kalau di UPI tak ada pembukaan untuk pendaftaran S2 jurusan Penjas. Sedih rasa hatiku menusuk jauh ke dalam ruang singgah sana yang tak terungkapkan lagi. Entah kenapa aku sangat sedih aja.

Ya Allah...

Kenapa harus ini? aku seakan terasa tak hidup. Mencari yang tak terjalankan. Aku dah mengumpulkan uang untuk semua itu. Aku dah hampir memesan tiket.

Apa rahasia semua ini ya Allah. Bagaimana aku bisa mengabari adekku yang jauh di sana. Apa yang bisa aku lakukan.

Beri hamba petunjuk-Mu ya Allah

Pesan Singkat

Ayah..

Aku rindu kamu...

Rabu, 12 Oktober 2011

Kangen Main batu Lacak

Ayah...

Kapan kita main batu lacak lagi? 

Di ujung rumah. Yang menang mendapat upah pijitan. Tak sabar ingin menemui ayah sambil bersenandung dengan tempias yang mengisi rumah kita.

Ayah....

Kapan kita main batu lacak lagi?

Di sudut rumah sambil mendengar cerita kancil yang cerdik. Kita orang cerdas, yang terkadang juga cerdik. Tak sabar ku menemui dirimu sambil bersenanadung Al-Quran diselingi senyum kebahagiaan.

Dasuki Sang Juara UMUM


Pria kelahiran 04 Oktober 1985 ini adalah jebolan STIKes Mutiara Indonesia  yang kebetulan dulu adalah teman sekolah dasar yang paling PINTAR di Sekolah Dasar 082 Bantan Air.

Sedikit kuceritakan lelaki berkulit hitam manis ini sekarang sudah bekerja sebagai doseb di sebuah sekolah perguruan tinggi di Jambi.

Aku bangga pada lelaki satu anak ini sejak dari dulu. Tak hanya aku, teman-teman satul sekolahpun bangga sama dia. Dia selalu memegang juara UMUM. Cuma kalahnya dia kalau di MDA saja.

Kami dulu, Maswira, Hamdan, Anjar astuti, Boby, Dasuki, Wawik dll... satu kelas. Tak sangka sekarang kami bisa ketemu lagi.

Sukses selalu sobat.. Terima kasih masih ingat sama kami di Riau...

Dr, Evi Suryawati




Perempuan yang berbaju biru itu adalah ibu angkatku...dia sangat baik....dari ceritanya aku mendapat falsafah hidup yang banyak. sesuai dengan pangkatnya Dr. mau ytau banyak tentang falsafah yang menarik....1. Kita ni sama-sama bekerja, tapi buykan bekerja sama. 2. kalau jadi orang miskin tak boleh bodoh. huh...sungguh mengesankan....Terima kasih buk evi..jadi motivatorku

Ayah

Ayah...

Aku rindu....

Izinkan aku memelukmu untuk hilangkan segala gundah yang ada.

Dia mengganggu hidupku. Dia menghinaku. Dia menyakitiku. Aku hanya bisa diam tanpa melawan. Diam tak bertepi saat disalahkan atas kesalahan yang tidak aku lakukan.

Ayah. Ingin aku tumpahkan semu ini agar aku tidak marah. Aku tak ingin terpancing emosi oleh cerita lama yang sudah usang. Cerita lama yang jadi sejarah dan telah kukubur dalam-dalam. Aku ingin sekali menemuimu, memelukmu agar bisa kau hapus air mata ini.

Ayah...

Dengarkan suara hatiku...

Selasa, 11 Oktober 2011

Nasrol Akmal

Setiap kali aku melihatnya, terbayang sebuah kenangan yang tak mampu aku ceritakan. Tapi ini suatu yang sangat aku hargai. Ketika aku tak lagi mampu tuk memapah hidupku yang kian tipis. Detik demi detik yang kian berakhir. Aku memang tak tau lagi mengenal arti hidup sebelum ini. Sejak aku divonis mengidap kangker payudara. 


Aku merasakan mati dan hidup tak berguna lagi. Kusembunyikan semua ini dari pengaetahuan orang-orang yang aku sayang. Kedua orang tua dan kekasihku tercinta. Aku bukan lari, Cuma aku tidak kuat saja dengan kenyataan ini. Banyak hal yang bisa mengajarkan aku akan hal untuk sabar. Orang pertama yang mengetahui keadaanku adalah dia. Itupun tak sengaja aku ucapkan. Siapapun dia, cukup aku dan dia yang tau. Dia menganggap aku seperti adeknya sendiri. dia sangat menyayangiku. Memang kurasakan itu dari cara dia menghormatiku. 

Dia sangat menjaga kesucianku sebagai adeknya. Aku sungguh terharu. Ternyata orang yang berpenyakitan seperti aku masih berharga. Aku masih bernilai mahal di matanya. Dia bisa meyakinkan aku bisa diselamatkan. Sebenarnya itu mustahil. Sangat mustahil. Tidak aku ceritakan apa penyebabnya. Tetapi lelaki yang sangat bangga dengan isterinya ini, meyakinkan aku bisa sembuh. Dari awal pertama S2, dia banyak membantu aku. Paling penting dia selalu menjadi tampat aku curhat tentang kuliah. Hal yang tak pernah bisa aku lupakan adalah uang RM 300 ringgit yang dia berikan. 

Padahal antara kami tidak kenal rapat ketika itu. Dia bilang “abang percaya adek.” Terus kenapa abang percaya adek? “kitakan punya feeling dek.” Uang itu aku gunakan untuk menambah pembayaran SPPku. Selebihnya ku peroleh dari titik peluhku bekerja di Rumah makan di Kuantan. Aku membiayai S2ku sendiri, tidak dari orang tua. Dia juga membantu meluluskan beasiswa S2ku. Aku dapat uang RP 30.000.000. Sungguh banyak. 

Orang yang pertama yang ku sms ketika itu adalah dia. Baru kedua orang tuaku. Aku tidak membalas kebaikannya dengan uang juga. Tapi dalam setiap doaku, ada Dia. “ku ingin dia selalu bahagia bersama anak dan istrinya.” Banyak kebaikan yang telah diberikan oleh orang yang sudah punya 2 orang anak ini. Satu yang menjadi alasannya “selagi anak Bengkalis, akan abang bantu.” Uang itu tak sepenuhnya aku belanjakan, ku beli secebis tanah. Ingin kutanam getah, dan hasilnya nanti bisa dinikmati oleh sepupu2ku yang lagi berkuliah. 30 % dari uang itu untuk sedekah. Banyak sisi miring yang aku dapat dari orang2 tentang dia. 

Tapi ku tepis semua itu. Karena dia tak pernah sekalipun jahat sama aku. Tapi apapun itu, Putih dan Hitam tetap sama bagiku. Setiap manusia yang lahir ada manfaatnya, setiap manuisa yang aku kenal adalah asset. Terima kasih bang, semoga suatu saat aku bisa membalasnya berlipat kali ganda. Amin….

Sahabat Karib (Hernita)

 
Hernita adalah salah satin rakan karibku. Kami berasal daripada kampung yang sama. Kami sama-sama Orang Miskin yang mempunyai hobi belajar. selain itu kami juga paling suka novel, Seni terutama menari. waktu SMA kami pernah menjadi pelatih tari zapin di Kecamatan Bantan. Sangat memberangsangkan, perempuan yang sudah menikah ini sangat tekun. Sobat...Kemiskinan kita...menjadi cermin bagiku untuk terus belajar dan belajar. Thanks..atas semangatmu...I Love U Full

Adek Angkat (Abu Hurairah)


Anak ini sebenarnya jenius. Tapi dia tak yalin aja dengan kejeniusannya. Lelaki yang sudah kuanggap adek ini selalu jadi tempat aku curhat tentang agama. Nasehat-nasehatnya sungguh bernas. Ia dia adek yang aku sayang. Berbanding teman-tamannya yang lain. Adek ini istimewa. 

Dia penyabar anaknya. Selain itu, dia sangat lugu. Sehingga dia sering diusilin oleh orang lain, termasuk aku. Tapi apapun itu, dia sangat baik. Dan sangat enak jadi tempat curhat. Semua masalah bisa kita ambil jalan tengah dengan berkongsi cerita padanya. 

Yah…..aku sangat bangga mempunyai adek seperti dia.  Pabila ku sudah tiada nanti. Kuingin dia tetap tumbuh menjadi anak yang shaleh, penyayang dan bisa membantu orang lain. ku inging dia tetap berjuang untuk agama Islam.  Adek….kak ingin adek ingin adek terus belajar dan belajar sambil mengajar. 

Terima kasih tuk semua kebaikan adek pada kak. RM 100 ringgi itu adlah kesan yang paling berarti buat kak..cukup kita berdua yang tahu yah…Senyum kak selalu buat adek…

EROTICISM IN MALAYSIAN AN INDONESIAN NOVEL: A STYLISTIC ANALYSIS


ABSTRAC
This study aims to identify the type, meaning and effect of the erotic that present in the novel Sutan Baginda written by Shahnon Ahmad (Malaysia) and a novel Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari (Indonesia). To achieve the objective, lexical erotic data is collected based on meaning relationship associated with the specific features, such as agriculture, maritime, physical, action, character, place and time. The theoretical framework used is a stylistic model by Leech dan Short (1993), which tend to focus on linguistic characteristic, aesthetics and style through description, interpretation and effect of erotic lexical category. Analysis of data indicates the different of erotic expression that caused by the creativity of both authors in choosing lexical erotic and lexical which contain eroticism based on literal and nonliteral meaning. The analysis proves that a serious novel that is created by the two authors meet erotic characteristics, due to sexuality expression hidden by the language of metaphor, delivery structure is only at introduction level, splash and unintend to raise libido. The results showed that Shahnon is more creative in express the eroticism because using seven lexical group, that is agriculture, maritime, physical, action, character, place and time than Ahmad Tohari who only using two lexical group, that is physical and action.

Kekaguman Persahabatan dalam Cinta

Kenapa kau menangis saat dikecewakan?  

Saat kau membayangakan dia begitu menyakitkanmu sobat? 

Itu kerana ….kita telah jatuh pada hamparan sesorang yang seia sekata dengan kita, berpeluh bersama dalam ikatan yang bertali cinta…….kita tidak rela melepaskan orang ini. 

Menanggalkan dia dari memory hidup kita. Tapi…ingatlah   sahabat…menanggalkan statusnya bukan demi kepentingan sahabat kita, bukan hujung dari cacatan mati seoarang  pencinta sejati…sadarilah sobat….itu episode awal sinetron indah yang bakalan kita reguk manisnya…kebahagiaan ada untuk kita yang telah menangis krn peghujatahanan relung hati darinya…untuk sobat yang menelkusuri, menggalai dan mencoba….karena kita adalah orang yang bisa memberi anugerah pada orang yang telah mengecup hati kita.. 

Sobat….cinta sejati adalah  ketika kita menggugurkan permata bening dari kelopakmu…tika disakiti…kita masih menantinya….saat dia mencuekkan hadir sobat…sobat masih menunggu setia… ketika dia mencintai…sahabat terbaik kita….seyuman mekar mempesona dari di bibir kita seraya berucap…”semoga kalian berbahagia…” 

Berucapalah sobat…..aku bahagia…spontanitaskan dari sudut kecilmu yang terdalam…kepakkan sinyalir sayap yang indah paruhnya…..katakan pada dunia…aku tak akan mati meski cintanya telah terampas. Orang yang berhasil adalah orang yang bangkit takkala disakiti, dan berusaha menghilangkannya dengan perasaaan kasih dan sayan. 

Pelajarilah bahawa kamu adalah orang beruntung….karena mencintai bukan bagaimana kamu melupakan tetapi adalah…memaafkan. Berkorban untuk sahabat adalah mulia …kawan…i miss you….tuk semua sahabatku…