Selasa, 18 Oktober 2016

Dokter Kesayangan Adzkia Raida Taqiffa...dr. Shirley Leonita Anggriawan, Sp.A (K)

Anakku yang menderita kelainan jantung bawaan aku bawa merantau ke Jogja. Aku tak ingin berpisah dengannya walau hanya sehari. Sebelum berangkat ke Jorjakarta, sebuah kota yang terkenal dengan nama kota pelajar ini, aku menemui dr. Shirley Leonita Anggriawan, Sp.A (K). Dokter cantik yang sangat disenangi anakku Adzkia Raida Taqiffa. Bagaimana tidak, dia sangat suka dengan kecantikan dokter yang satu ini. Aapalagi pakaian dan perhiasan yang dikenakan oleh dokter ini selalu serasi. 

Dokter yang baik ini selalu membuat anakku terpana. Anakku tidak pernah menagis jika diperiksa oleh dokter yang prakter di Rumah sakit Eka Hospital Pekanbaru ini. 

Ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk kusampaiakn kepadanya. Dia yang menemukan kelainan jantung yang diderita oleh anakku pada bulan juni 2015. Banyak jasa yang telah ia berikan pada kami. Dia begitu peduli dengan kondisi anakku. Penjelasnnya yang santai dan lembut, membuat langkahku kaki dan suami jadi berani untuk membawa buah hati kami tercintam ke Jakarta untuk di operasi. 

dr. Shirley Leonita Anggriawan, Sp.A (K) yang baik hatinya

Terima kasih untuk jasamu. Berkat kepintaran dan ilmu yang dimiliki tentang jantung anak, kini Allah masih memberi kesempatan pada kami untuk memeluk dan menciumnya. Setiap malam aku bisa memeluknya. Semoga Tuhan menjadikan dr. orang yang selalu berguna bagi kehidupan anak-anak istimewa seperti Adzkia Raida Taqiffa. Semoga dr sukses dan bahagia selalu.

Adzkia Sakit Lagi

17 Noveber 2016

Adzkia sakit lagi seperti biasa. Muntah-muntah tiap hari lebih dari 50 kali dalam sehari. Ibumu ini tak sempat menghitungnya nak. Hanya karena ibumu terlalu sayang padamu. Bajumu hampir semua basah. Tidak ada yang kering.

Ibu tidak tega melihatmu seperti ini. rasanya sakit sekali. Bahan ibumu saat ini tak tau harus melakukan apa. Tugas yang sangat banyak dari kampus UNY tak sanggup ibu kerjakan.

Saat ini. ibu hanya bisa memangkumu dari pagi sampai malam Ibu berjaga sepanjang malam hanya memperhatikan tidurmu yang terganggu oleh rasa mual dan muntah yang berkepanjangan itu.

Pada Tuhanlah tempat ibu bermohon agak dirimu sehat.

Kamis, 18 Agustus 2016

Adzkia Raida Taqiffa yang Tangguh

Adzkia Raida Taqiffa.
Dia anakku yang kini terbaring sakit.
Anankku .. Aku mencintaimu. 
Aku tau engkau anak yang sangat kuat. 
Yakinlah.. Allah ada bersama kita.

Terkadang aku sangat sedih. namun kesedihanku bukan membuatnya sehat, malah sebaliknya. Aku selalu belajar bersabar tatkala sakitnya kambuh. Aku hanya bisa bersabar dan merawatnya penuh kasih sayang.

Aku harus rela menahan rasa kantuk yang teramat sangat hanya demi menjaganya. Doa tak putus aku ucapkan pada Allah yang menciptakan kami. Agar aku dan anakku serta suamiku selalu diberi kekuatan dan kesabaran dalam ujian ini.

Allah tidak akan memberi ujian pada orang lemah. Tetapi Allah menguji orang yang kuat. Allah juga tidak memberikan sesuatu yang kita butuhkan, melainkan sesuatu yang menurutNya kita butuhkan. Mungkin saat ini, bagi Allah ujian dengan sakitnyanya anak kami. Agar aku dan suami selalu menggantungkan hidup pada sang pencipta.

Saat menulis ini, air mata ini tentunya sangat sulit untuk aku tahan. Tapi aku harus menulis untuk menghilang rasa sesak di dada ini.  Dia diberi kelebihan berupa Kelainan Jantung Bawaan. Ibu mana yang sanggup melihat anaknya harus mutah hampir ratusan kali setiap hari dan malam. Itulah yang dialami ananku. Terkadang aku tak sanggup menahan tangis. Tapi setiap aku menangis menyaksikan itu, dia menjadi semakin rewel. Aku harus tenang menghadapinya. Bahkan aku harus bahagia dan ceria, agar dia cepat sembuh.

Aku juga tidak boleh marah. Orang lain tidak boleh mengusik hatiku. Apalagi membuat ku tersinggung. Apabila keadaan hatiku buruk. Dia akan langsung kontak. Ujung-ujungnya dia akan mengalami demam tinggi. 


Rabu, 01 Juni 2016

Maafkan Adikmu

Semua orang boleh marah padaku, kecuali kakak. Ini sangat sulit bagiku.  Apapun yang aku lakukan demi kebaikan kakak. Tetapi baik menurutku belum tentu baik untukmu. Cuma kondisi ini sulit untuk aku ceritakan. Aku tak mau perasaanmu terluka. 

Kakak... yang aku sayangi karena Allah.
Maafkan adikmu Ini.
Aku menyimpan ini bertahun-tahun.

Penyesalan terbesar Seorang Ibu

Aku seorang ibu. Aku pernah sangat menyesali sesuatu hal yang sulit untuk diceritakan. Hal ini berkenaan dengan anak kesayanganku Adzkia Raida Taqiffa. Suatu sore, ada seorang tamu yang bernama bang Man dari kampungku. Aku menghidangkan air kopi dan kue dalam Piring kaca. Anakku yang cantik, sibuk memberi kue yang kuhidangkan kepada tamu kami. Kami asik melihat gelagatnya. Dengan hitungan detik dia terjatuh ke depan dan mengenai piring. Lalu piringnya peca dan melukai anakku.

Menahan Rindu

Tuhan...
Aku hanya manusia yang biasa. Ajari hamba menahan rasa yang membuncah ini. Rasa yang tak pernah hilang. Ya Allah. Hanya engkau saja yang tahu tentang hati dan perasaan ini.

Kanda

Sabtu, 21 Mei 2016

Sahabat dikhianati

Kesedihan terdalam adalah tatkala orang yang kita sayang dikhianati. Baik keluarga maupun sahabat.

Hari ini sahabatku R telah dikhianati. Sungguh bergetar hatiku mendengar kabar ini. Sungguh. menggigil kaki ini.

Cuma satu doaku. Semoga sahabatku itu kuat. Aku yakin dia telah banyak mengalami cobaan dalam hidupnya. Semoga dia diberikan jodoh yang baik. Semoga yang Menghianati insyaf.

Rabu, 16 Maret 2016

Alhamdulillah Lulus Sertifikasi Dosen

Doa orang teraniaya akan dilabulkan Allah.
Alhamdulillah...
19 Desember 2015. Hari yang paling berarti bagiku, karena hari ini aku diumumkan lulus sertifikasi Dosen.
Tuhan... di balik derita yang aku alami, engkau anugerahkan kebahagiaan yang luar biasa. Kesabaranku menghadapi fitnah dari orang, kau hadiahkan pegakuan aku sebagai dosen profesional.

Tuhan... Engkau kabulkan doaku. Engkau buktikan bahwa aku tidak bersalah.

Bukan keluhan

Tuhanku Yang Maha Agung
Terlalu banyak cerita yang harus aku bagi. Kebahagiaan, kesedihan dan lain sebagainya. Tuhanku... maukah Engkau memelukku dengan rahmatMu. Bagaimana aku menuliskannya. Bagaimana aku menceritakannya. Apa yang harus aku lakykan. Ini bulan keluhan. Aku tidak mengeluh. Aku juga tidak marah. Tapi aku ingin menulis saja. Menulis sesuatu yang tak bisa ku tulis. Biarlah aku tulis di waktu yang tepat.

Minggu, 08 November 2015

Sepatu



Ah

Kau Brisik


Kau Memekak


Kau melagak


Kau pembengak


                    

Titah Negeri Berasap

Satu puisiku tercantum dalam buku tersebut.



Titah Negeri Berasap
Roziah
Inikah negeriku?
Miskin  tak bertempat
Sejarah laknat manusia tak beradat

Inilah negeriku.
Kepapaan dikemudiankan
Kekuasaan diutamakan
Korupsi ditauladankan
Kezinaan dibudayakan
Mulut disumbat harta tanpa martabat
Mulut-mulut miskin bicara

Jika aku mampu, takkan minta tolong

Kamar yang sulit untuk dibedakan anatar siag dan malam. Aku merasa amat sedih dengan keadaan ini. Aku tak tahu air mataku menetes tanpa aku sadari. Aku sudah benar-benar tak bisa berpikir lagi. Aku hanya bisa minta tolong.

Cara Mudah meringankan Beban Istri

Wahai para suami...
kasihanilah istrimu. lakukanlah dia dengan sebaik mungkin. Sadarilah tuntunan zaman semakin berat. Kebutuhan tarkadang menuntut seorang istri harus pontang-panting bekerja. Mulai dari menyiapkan keperluan suami dan anak-anak. Mulai dari mencuci, memasak, menyetrika, membersihkan rumah, berbelanja dan lain-lain. Semua mesti dikerjakan istri. Sungguh istri terkadang bangun sebelum engkau bangun. Ia tidur sesudah engkau tidur. Selain melayanimu di rumah, ia juga harus bekerja di luar sana. Bahkan terkadang ia menjadi tulang punggung keluarga.
Sudah cukupkah penghasilan yang kau berkian untuk memenuhi kebutuhanmu, istrimu dan anak-anakmu?
sadarilah hal itu Wahai para suami...

Kamis, 05 November 2015

KAK ILA Singgahlah dalam Mimpiku

Kutulis kisahmu dalam deraian air mata. Bagaimana aku tidak bersedih atas kepergianmu yang begitu cepat.

Engkau yang menjadi sejarah perjalanan S2 ku di University Kebangsaan Malaysia.

Orang baik cepat dipanggil Tuhan. Aku tahu kakak memang orang baik. Kaka selalu memberikan aku uang ringgit saat aku ke rumah akak.

Saat kau sakit aku tak bisa melihatmu. Aku ingin melihatmu untuk yang terakhir kali. Tapi aku tak berdaya. Aku juga lagi berjuang untuk kesembuhan anakku kak. Sampai akhirnya kak tinggalkan kami.

Ternyata raya kemarin adalah hari terakhir pertemuan kita. Aku belum sempat membalas kebaikan kak.

Aku masih ingat kau sempat menciumku. dan itu ciuman terakhir darimu.

Aku sedih dengan isya dan syara. Siapa yang jaga mereka.