Menikah
Banyak kata-katanya yang terekam di kepalaqu. satu diantaranya..."Dinda mau nikah dengan Kanda?"
"Ini pertanyaan atau penawaran"
Aku tak menjawab.
lalu aku coba mencerminkan diri dari pertanyaan yang dia ajukan.
Jujur aku mencintaimu Kanda...
Tapi aku tak mau masa lalu bangkit lagi. Aku harus kecewa.
Ketika aku sudah mempersiapkan janjiku sama Dedi Irawan untuk membeli rumah dan isi-isinya. Tapi dia pergi meninggalkan itu.
Padahal rencana Awal aku beli rumah itu untuk dia. Tapi ya sudahlah,
Dinda tak mau hancur untuk kedua kalinya. Jujur dinda sayang sama kanda. Dinda ingin menikah dengan kanda. Dinda tahu banyak tentang kekurangan kanda. dan LUCUnya dinda sudah menerima kekurangan kanda tu. Padahal dinda paling gak suka orang pencemburu karena dinda juga pencemburu.
Dinda mulai menerima sikap2 negatif kanda....tapi yang jelas, dinda bangga sama kanda
Terima Kasih Ya Allah....
mulai dia bertanya lagi...
"dinda Mau nikah sama kanda?"
akhirnya ku jawab.. "sucikan dulu niat kanda!"
kata-kata itu bukan untuk menolak... tapi sebagai bentuk pengharapan kepada Allah...
akhirnya kelak kita akan merasa indahnya segala miliknya..indahmu...
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad: 37)
Rabu, 25 Mei 2011
Jumat, 20 Mei 2011
Pagi-pagi..aku terasa capek dengan semua ini. Kenapa hamba jadi lesu bagini Tuhan...
hari ini aku berhasil menyelesaikan pendataan skripsi bahasa Indonesia di FKIP UIR kampusku... aku benar-benar bahagia karena bisa melupakan sakit dengan bekerja
Dalaf...
pagi ini tak biasanya. Kau menyambut pagiku dengan ungkapan Sayang. itu saja hal yang membuat aku kuat tuk menghadapi gerogotan derita yang entah kapan berakhir...
Terima kasih...membangunkan semangatku... Miss U
hari ini aku berhasil menyelesaikan pendataan skripsi bahasa Indonesia di FKIP UIR kampusku... aku benar-benar bahagia karena bisa melupakan sakit dengan bekerja
Dalaf...
pagi ini tak biasanya. Kau menyambut pagiku dengan ungkapan Sayang. itu saja hal yang membuat aku kuat tuk menghadapi gerogotan derita yang entah kapan berakhir...
Terima kasih...membangunkan semangatku... Miss U
Kamis, 19 Mei 2011
Lucu..
Dalaf...
Akhirnya aku dan adik tiba di rumah.
Sungguh bahagia, bertemu kedua ortuku.
Hari ini ibu masak ikan talang gulai. Sungguh aku senang makan lauk tersebut. Tak terasa habis dua pinggan. Tak banyak yang bisa aku ceritakan saat ini, karena masih suasana kangen-kangenan.
Malamnya aku telpon-telponan dengan Dalaf.
Ntah kenapa aku merasakan rindu padanya. Padahal tak pernah tercipta kengan indah saat bersamanya. Yang aku ingat, aku selalu mencemeehnya yang terkadang bisa membuat dia sakit hati. Sungguh...
LUCU...
Kata-kata itu masih terngiang ditelingaku, saata aku berbicara unik, miliknya malah “lucu”. Aku pun coba emahami makna kata tersebut. Namun aku tak mengerti kenapa dia memilih leksikal itu untuk kata-kata yang aneh.
Lama-lama juga aku semakin mencoba mengenal leksikal “lucu”.
Kenapa ya dia selalu membuat aku penasaran...
Ntah dengan cara yang bagaimana. Yang penting aku selalu dibuat penasaran akan pertanyaan yang tak kunjung meluncur dari bibirnya.
Tapi biarlah....lama-lama pasti terucap juga kok. Dia pasti tak bakalan tahan.
Masih ada sambungan..
Dalaf...
Akhirnya aku dan adik tiba di rumah.
Sungguh bahagia, bertemu kedua ortuku.
Hari ini ibu masak ikan talang gulai. Sungguh aku senang makan lauk tersebut. Tak terasa habis dua pinggan. Tak banyak yang bisa aku ceritakan saat ini, karena masih suasana kangen-kangenan.
Malamnya aku telpon-telponan dengan Dalaf.
Ntah kenapa aku merasakan rindu padanya. Padahal tak pernah tercipta kengan indah saat bersamanya. Yang aku ingat, aku selalu mencemeehnya yang terkadang bisa membuat dia sakit hati. Sungguh...
LUCU...
Kata-kata itu masih terngiang ditelingaku, saata aku berbicara unik, miliknya malah “lucu”. Aku pun coba emahami makna kata tersebut. Namun aku tak mengerti kenapa dia memilih leksikal itu untuk kata-kata yang aneh.
Lama-lama juga aku semakin mencoba mengenal leksikal “lucu”.
Kenapa ya dia selalu membuat aku penasaran...
Ntah dengan cara yang bagaimana. Yang penting aku selalu dibuat penasaran akan pertanyaan yang tak kunjung meluncur dari bibirnya.
Tapi biarlah....lama-lama pasti terucap juga kok. Dia pasti tak bakalan tahan.
Masih ada sambungan..
Sungai Pakning. 11; 16
Mungkinkah ini CINTA?
Semoga saja tidak. Aku tak mau sejarah lama berdarah kembali. Aku pernah merasakan luka akibat pengorbanan perasaan terhadap seorang sahabat.
Aku lebih memilih untuk ditinggalkan SS daripada harus mengecewakan anak Bangkok (Bengkinang Kuok) bernama M. Semua terurai bagai malam tanpa siang. Ketika hujan MELUKIS DESMBER saat itu. Aku saja sendiri mencari sebuah tanya yang tak pernah jawab.
Bahkan aku rela meninggalkan Indonesia saat itu.
Beralasankan belajar aku terus mangejuk rindu yang saat itu tak harap lagi aku buat. Sampai akhirnya aku mendapatkan gelar Master. Banyak peristiwa yang tak mungkin tergarap oleh diriku sendiri.
Sedih.
Bahagia.
Hingga aku mengerti apa itu pengorbanan.
Aku tak ingin merasakan kecewa lagi. Harus kah rasa ini aku korbankan? Seperti mengorbankan semua yang aku rasa. Aku hanya diam saja.
Dalaf...
Tidakkah kau menyadari apa yang akan kita alami akan menjadi bumerang bagi kita. Meskipun semua sudah berjalan mulus.
Dikapal ini aku bersaksi untuk menjadi biasa saja. Menjalani hidup, seperti air mengalir katamu. Tapi... aku takut merampas dirimu darinya. Karena terkadang aku merasakan capek untuk mengalah.
Apatah lagi, saat aku dituduh perampas.
Dalaf...
Satu hal yang harus kau pahami tentang aku. Dari kecil aku selalu dituntut untuk mengalah. Karena dalam hal itu, bukan berarti aku yang kalah.
Aku ingin orang selalu bahagia. Seperti saat ini, Mesya Putia yang begitu mencintaimu. Haruskah dia dikecewakan oleh keegoan kita? Pernah tidak engkau bersyukur karena memilikinya.
Syifa itulah nama yang menggantikan wujudmu saat ini. Kau hadir bagaikan malaikat. Yang memberi aku keyakinan untuk hidup lagi. Kau selalu hadir saat malamku gamang meniti rasa sakit yang tak tertahankan. Kau beri aku tawa. Sampai tanpa sadar hidupmu menyelinap seluruh rongga...
Ya Allah... AMPUNILAH KAMI...
DALAF....
Maafkan Aq....BELUM bisa membalas cintamu. Bukanku tak sayang... tapi ku tak mau kau meninggalkan dia karena memilih aku. Percayalah...Aqu masih rebah di hatimu sampai nanti dia menkhianatimu... ku tak ingin ada hukuman melainkan menjalani hidup seperti air mengalir..ITU PINTAMU...
Mungkinkah ini CINTA?
Semoga saja tidak. Aku tak mau sejarah lama berdarah kembali. Aku pernah merasakan luka akibat pengorbanan perasaan terhadap seorang sahabat.
Aku lebih memilih untuk ditinggalkan SS daripada harus mengecewakan anak Bangkok (Bengkinang Kuok) bernama M. Semua terurai bagai malam tanpa siang. Ketika hujan MELUKIS DESMBER saat itu. Aku saja sendiri mencari sebuah tanya yang tak pernah jawab.
Bahkan aku rela meninggalkan Indonesia saat itu.
Beralasankan belajar aku terus mangejuk rindu yang saat itu tak harap lagi aku buat. Sampai akhirnya aku mendapatkan gelar Master. Banyak peristiwa yang tak mungkin tergarap oleh diriku sendiri.
Sedih.
Bahagia.
Hingga aku mengerti apa itu pengorbanan.
Aku tak ingin merasakan kecewa lagi. Harus kah rasa ini aku korbankan? Seperti mengorbankan semua yang aku rasa. Aku hanya diam saja.
Dalaf...
Tidakkah kau menyadari apa yang akan kita alami akan menjadi bumerang bagi kita. Meskipun semua sudah berjalan mulus.
Dikapal ini aku bersaksi untuk menjadi biasa saja. Menjalani hidup, seperti air mengalir katamu. Tapi... aku takut merampas dirimu darinya. Karena terkadang aku merasakan capek untuk mengalah.
Apatah lagi, saat aku dituduh perampas.
Dalaf...
Satu hal yang harus kau pahami tentang aku. Dari kecil aku selalu dituntut untuk mengalah. Karena dalam hal itu, bukan berarti aku yang kalah.
Aku ingin orang selalu bahagia. Seperti saat ini, Mesya Putia yang begitu mencintaimu. Haruskah dia dikecewakan oleh keegoan kita? Pernah tidak engkau bersyukur karena memilikinya.
Syifa itulah nama yang menggantikan wujudmu saat ini. Kau hadir bagaikan malaikat. Yang memberi aku keyakinan untuk hidup lagi. Kau selalu hadir saat malamku gamang meniti rasa sakit yang tak tertahankan. Kau beri aku tawa. Sampai tanpa sadar hidupmu menyelinap seluruh rongga...
Ya Allah... AMPUNILAH KAMI...
DALAF....
Maafkan Aq....BELUM bisa membalas cintamu. Bukanku tak sayang... tapi ku tak mau kau meninggalkan dia karena memilih aku. Percayalah...Aqu masih rebah di hatimu sampai nanti dia menkhianatimu... ku tak ingin ada hukuman melainkan menjalani hidup seperti air mengalir..ITU PINTAMU...
Ferry Penyebrangan Perawang, 17 Mai 2011
Ada yang aneh di sini. Ferry penyebrangan yang biasanya menembus aliran sungai setiap 30 menit, kini menunggu penuh penumpang. Setelah diselidiki ternyata, hal ini berubah setelah jambatan penyebrangan jadi. Untuk melewati jambatan tersebut butuh waktu 1 jam. Adek akhirnya memutuskan untuk menunggu. Sampai akhirnya, aku duduk duluan dalam kapal.
Sempat juga aku mengingat Dalaf dan menulis tentangnya.
Aku rindu.
Mencoba sedikit hilangkan runyam dalam hati. Kekhawatiran tentang kesehatanya. Apa sebenarnya yang menggaanggu perutnya saat ini. Mungkin saja pemicunya adalah stres. Aku juga mulai merasakan apa yang dia rasakan. Kekhawatiran tentang benar atau tidaknya rasa dalam hati.
Susah.
Sangat susah.
Bedanya tipis antara sahabat, cinta, dan sayang. Apa sebenarnya yang aku rasakan ini? Selalu aku bertanya. Namun tak ada jawab. Tapi hati tak henti bertanya. Itulah yang menambah pusing kapalaku di kantor semalam. Kenapa harus begini?
Teringat smsnya yang masuk semalam. “ Dalaf sayang kakak karena Allah.” Kenapa dia berkata demikian. Bagiku itu sebuah kalimat yang mengusik ketenangan hatiku. Saat ini aku lagi dekat dengan Also Susanto. Mungkinkah aku harus membiarkannya sendiri. Atau ikut kembali menyelingkuhinya.
Kepalnya masih belum ada tanda-tanda untuk bergerak. Mungkin kapal ini juga ikut bersenandung dengan hiruk pikuk hatiku saat ini. Tidak mau memberikan senyum yang melangkahi urai sebuah derita.
Lalu kami naik sampan, dengan membayar Rp. 15.000.,
Ada yang aneh di sini. Ferry penyebrangan yang biasanya menembus aliran sungai setiap 30 menit, kini menunggu penuh penumpang. Setelah diselidiki ternyata, hal ini berubah setelah jambatan penyebrangan jadi. Untuk melewati jambatan tersebut butuh waktu 1 jam. Adek akhirnya memutuskan untuk menunggu. Sampai akhirnya, aku duduk duluan dalam kapal.
Sempat juga aku mengingat Dalaf dan menulis tentangnya.
Aku rindu.
Mencoba sedikit hilangkan runyam dalam hati. Kekhawatiran tentang kesehatanya. Apa sebenarnya yang menggaanggu perutnya saat ini. Mungkin saja pemicunya adalah stres. Aku juga mulai merasakan apa yang dia rasakan. Kekhawatiran tentang benar atau tidaknya rasa dalam hati.
Susah.
Sangat susah.
Bedanya tipis antara sahabat, cinta, dan sayang. Apa sebenarnya yang aku rasakan ini? Selalu aku bertanya. Namun tak ada jawab. Tapi hati tak henti bertanya. Itulah yang menambah pusing kapalaku di kantor semalam. Kenapa harus begini?
Teringat smsnya yang masuk semalam. “ Dalaf sayang kakak karena Allah.” Kenapa dia berkata demikian. Bagiku itu sebuah kalimat yang mengusik ketenangan hatiku. Saat ini aku lagi dekat dengan Also Susanto. Mungkinkah aku harus membiarkannya sendiri. Atau ikut kembali menyelingkuhinya.
Kepalnya masih belum ada tanda-tanda untuk bergerak. Mungkin kapal ini juga ikut bersenandung dengan hiruk pikuk hatiku saat ini. Tidak mau memberikan senyum yang melangkahi urai sebuah derita.
Lalu kami naik sampan, dengan membayar Rp. 15.000.,
SENYUMKU...
Marpoyan 16 Mei 2011
Aku tertidur tak berbantal, hanya beralas sofa. Kepalaku terasa penuh, dadaku kian terasa sesak oleh ulah desakan nafasnya, yang aku sendiri tak pasti.
Aku berkemas untuk pulang ke Bengkalis. Tiba-tiba pak Takroni dan bu Parida datang. Mereka adalah dua orang mahasiswa yang aku bimbing, karena tak ada lagi dosen bahasa Indonesia yang mau membimbing mereka. Wwaktu Cuma dua bulan lagi, sedangkan aku belum lagi mendapat ide yang cemerlang untuk kajian pak Takroni. Ya Allah Ya Razak. Berikan aku kekuatan untuk memberikan ide kepada mereka.
Saaat ini pak Takroni telah melaksanakan seminar, tapi sayang judulnya dirombak total, dan paling parah masalahnya harus diganti. Sungguh aku jadi terbatuk oleh sikap seorang dosen ketika itu. Tanpa alasan yang jelas dia merusak judul yang telah dibuat.
Aku tak boleh patah semangat. Walau sebenarnya hatiku sedikit kecewa oleh tindakan beliau. Aku ingin tetap seceria, karena tanpa sadar pak Takroni pernah berkata ”Senyum ibu adalah kekuatan bagi kami, terutama saya dan Kardono”
Hamba yakin ya Allah. Engkau akan memberi kekuatan kepada mereka. Mereka pasti selesai.
Usai membimbing ibu Parida yang akan seminar pada 21 Mei 2011 ini, aku langsung mandi dan berangkat ke Bengkalis. Aku ingin bertemu mak dan keluarga. Aku suntuk. Betul-betul suntuk. Mungkin dengan bertemu mereka aku jadi bangkit lagi. Mak juga mengharap kepulanganku. Padahal aku tidak punya banyak uang untuk pulang. Bagiku mereka bukan menunggu uangku, aku yakin mereka merindukan aku.
Malam ini aku nginap di rumah dewi di Perawan. Dewi seorang tamatan pesantren yang aku belum tau apa namanya. Tapi dia teman akrab adekku. Kami tiba sekitar pukul sepuluh malam. Usai makan nasi uduk, kami langsung ke rumah.
Marpoyan 16 Mei 2011
Aku tertidur tak berbantal, hanya beralas sofa. Kepalaku terasa penuh, dadaku kian terasa sesak oleh ulah desakan nafasnya, yang aku sendiri tak pasti.
Aku berkemas untuk pulang ke Bengkalis. Tiba-tiba pak Takroni dan bu Parida datang. Mereka adalah dua orang mahasiswa yang aku bimbing, karena tak ada lagi dosen bahasa Indonesia yang mau membimbing mereka. Wwaktu Cuma dua bulan lagi, sedangkan aku belum lagi mendapat ide yang cemerlang untuk kajian pak Takroni. Ya Allah Ya Razak. Berikan aku kekuatan untuk memberikan ide kepada mereka.
Saaat ini pak Takroni telah melaksanakan seminar, tapi sayang judulnya dirombak total, dan paling parah masalahnya harus diganti. Sungguh aku jadi terbatuk oleh sikap seorang dosen ketika itu. Tanpa alasan yang jelas dia merusak judul yang telah dibuat.
Aku tak boleh patah semangat. Walau sebenarnya hatiku sedikit kecewa oleh tindakan beliau. Aku ingin tetap seceria, karena tanpa sadar pak Takroni pernah berkata ”Senyum ibu adalah kekuatan bagi kami, terutama saya dan Kardono”
Hamba yakin ya Allah. Engkau akan memberi kekuatan kepada mereka. Mereka pasti selesai.
Usai membimbing ibu Parida yang akan seminar pada 21 Mei 2011 ini, aku langsung mandi dan berangkat ke Bengkalis. Aku ingin bertemu mak dan keluarga. Aku suntuk. Betul-betul suntuk. Mungkin dengan bertemu mereka aku jadi bangkit lagi. Mak juga mengharap kepulanganku. Padahal aku tidak punya banyak uang untuk pulang. Bagiku mereka bukan menunggu uangku, aku yakin mereka merindukan aku.
Malam ini aku nginap di rumah dewi di Perawan. Dewi seorang tamatan pesantren yang aku belum tau apa namanya. Tapi dia teman akrab adekku. Kami tiba sekitar pukul sepuluh malam. Usai makan nasi uduk, kami langsung ke rumah.
Senin, 16 Mei 2011

foto kenganan....
saat pertama aku menerima itu, timbul kekuatan sendiri bagiku..karena panasnya suasana saat itu. Anak-anak rohis ini datang mengunjungi dan memberi motivasi padaku...sungguh ada kekuatan yang tak terbayangkan dari kejadian ini.
mereka awalnya. hanya berkunjung biasa, tp jadi berubah....lebih baik...terima kasih anak2 didik kua

Tukmu Dalaf...
Grand-Zuri Hotel Pekanbaru
”Buruak bana payuang mu diek.”
Tanpa sengaja tanganku begitu ringan menampar wajah orang itu. Aku benci dengan kata tu orang. Dengan payung itu juga aku termotivasi membunuh pria yang selama ini menjadi suamiku. Entah kenapa aku tak pernah cinta dengan lelaki berkepala tiga atas pernikahanku pada Mei 2010 lalu.
Rasa sayang tak pernah hadir dalam hatiku tuk menatap bening tulus niatnya. Aku tau dia juga tak cinta padaku. Kadang aku melihat kemiripan nasibku dengan Ronggeng Sirintil dalam Ronggeng Dukuh Paruk goresan tinta Ahmad Tohari. Pencinta Rasus yang berujung menyakitkan.
Bedanya cuma aku agak sedikit modern saja. Asrol Kamal telah mewisuda secara sah di hotel depan Mall Pekanbaru ini. Aku menjadi istri keduanya. Tapi tak lama. Karena aku tak suka kasihku dibagi, karena aku selalu jadi nomor satu. Aku menikah dengan Aldo Susanto.
Sampai akhirnya lelaki itu mati ditanganku dan mengantarkan aku ke rumah yang tak berdapur ini. Aku mendekam di bui ini sudah dua tahun tepatnya 12 Mei 2009. Aku memegang erat tiang-tiang penutup ruang pengap ini. Serasa tiang itu seperti tangan Dalaf, yang aku cinta sewaktu aku jadi dosen.
Kewujudannya pada teguran pertama ketika itu, menjadikan aku lebih kagum padanya. Aku mulai berteriak girang, karena dia satu-satunya dosen kontrak yang ikhlas menyapaku saat semua tatapan sinis terarah kepadaku.
Sebelumnya aku harus ulurkan tangan tuk menambah teman, meskipun aku punya banyak teman sebelum aku memijakkan kakiku ke UIR. Tapi namanya orang baru memambawa alam bawah sadarku untuk mengenal mereka untuk mempermudahkan aktivitas di universitas swasta no satu di Riau ini.
DIA berbeda dengan dosen-dosen lain. Hingga secara perlahan aku mengenal seutuhnya sampai ke tunangannya yang bernama mesya putia.
Aku pun mulai memandangnya sebagai adek, walau terkadang ‘adek’ ku rasakan lidah ini mengulang panggilan itu seakan terjepit. Tapi lama kelamaan aku terbiasa. Aku bisa menerima kehadiran dua insan ini.
Aku merindukanmu Dalaf. Seperti rindu yang terakhirku berikan kepada Dedi Irawan Bustami yang menyelingkuhiku bersama Yati Hidayah. Aku mulai memaksa diri untuk lari dari kenyataan ini.
Tapi....
Kakiku telah patah bersama Jumat 12 Mei 2011, katika ku dengan ikhlas mengirimkan doa buat almarhum ibunya yang hanya mampu ku tatap lewat fotonya di FB. Entah kenapa saat itu, aku tanpa ragu mengaji dan berzikir untuk ibunya.
Kini undangan yang mulai basah oleh basuhan permata bening dari sudut alat pemandangku. Masih ku coba untuk tersenyum. Tapi hasilnya nihil. Aku tak mampu menghadirkan untuk semua, apalagi untuk aku sendiri.
Tak seorang pun tahu. Ternyata aku telah jatuh cinta padanya. Semua dosen FKIP termasuk aku menghadiri pesta mewah yang diciptakan oleh istrinya itu. Saat kakiku mulai roboh dan kaku. Seperti kilatan petir yang tajam menusuk jauh ke mataku. Biasnya tak ubah seperti penderita silinder, yang terkurat sakit saat cahaya terang menngejutkan mata secara tiba-tiba.
Kian hari, badanku kian tipis. Setelah pernikahannya, kangker payudara yang lama menemaniku mulai meregut secara perlahan ceriaku. Hanya kekuatan hati yang menggerakkan tangan ini tuk mengakhiri cerita pendek ini.
Dalaf...
Aku ingin rebah dihatimu.... bersambung....
Sabtu, 26 Maret 2011
BM 83 AP
Pagi-pagi seperti biasa aku berabgkat dari panam menuju UIR.
Pemandangan yang ganjil ku dengan dan lihat hari ini. bunyi kendaraan yang lewat di depanku sangat kuat. melebihi bising bunyi bom, walau aku tak pernah mendengar bunyi bom tersebut.
asapnya juga banyak. kesal deh...
yang mengendarai berambut panjang. lelaki tapi.
BM MOBILNYA BERWARNA MERAH. PASTINYA PUNYA PEMERINTAH. KOK SEPERTI ITU SIH.
HUFT.....KESAL....GERAM....
PADAL AP di akhir BM tersebut berarti ANGKUTAN PEMERINTAH. tapi disalahgunakan untuk kebut-kebutan..
SEMOGA ORANG YANG MEMAKAINUA KEMBALI KE JALAN YANG LURUS
Pagi-pagi seperti biasa aku berabgkat dari panam menuju UIR.
Pemandangan yang ganjil ku dengan dan lihat hari ini. bunyi kendaraan yang lewat di depanku sangat kuat. melebihi bising bunyi bom, walau aku tak pernah mendengar bunyi bom tersebut.
asapnya juga banyak. kesal deh...
yang mengendarai berambut panjang. lelaki tapi.
BM MOBILNYA BERWARNA MERAH. PASTINYA PUNYA PEMERINTAH. KOK SEPERTI ITU SIH.
HUFT.....KESAL....GERAM....
PADAL AP di akhir BM tersebut berarti ANGKUTAN PEMERINTAH. tapi disalahgunakan untuk kebut-kebutan..
SEMOGA ORANG YANG MEMAKAINUA KEMBALI KE JALAN YANG LURUS
SK Ketua Prodi
21 Maret 2011.
Aku mendapat SK pengankatan ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang baru. Aku tak percaya.
Aku mencoba untuk mengurang kuatnya debaran jantungku. dan kupaksakan keringat dinginku untuk tidak keluar.
Tapi....
Langit memberikan isyarat ini semua benar.
Ya Tuhanku...
Bagaimana cara aku memapah kaki untuk mengahadapi ini. Aku inginkan yang terbaik. Tanpa ada yang tersakiti.
Ya Tuhanku..
Aku baru di tempat ini. dalam usia 24 ku ini, aku telah dipercayakan untuk memimpin hampir 2000 mahasiswa.
Ya Tuhan...
Ku bermohon...Tunjukilah aku jalan yang lurus. Jalan Yang Eengkau Redhoi.. Selallulah ketakwaan melekat dalam setiap langkahku.
Sebagai gadis Melayu.....
Aq yakin bisa menjalani semua ini.
SMANGAT
21 Maret 2011.
Aku mendapat SK pengankatan ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang baru. Aku tak percaya.
Aku mencoba untuk mengurang kuatnya debaran jantungku. dan kupaksakan keringat dinginku untuk tidak keluar.
Tapi....
Langit memberikan isyarat ini semua benar.
Ya Tuhanku...
Bagaimana cara aku memapah kaki untuk mengahadapi ini. Aku inginkan yang terbaik. Tanpa ada yang tersakiti.
Ya Tuhanku..
Aku baru di tempat ini. dalam usia 24 ku ini, aku telah dipercayakan untuk memimpin hampir 2000 mahasiswa.
Ya Tuhan...
Ku bermohon...Tunjukilah aku jalan yang lurus. Jalan Yang Eengkau Redhoi.. Selallulah ketakwaan melekat dalam setiap langkahku.
Sebagai gadis Melayu.....
Aq yakin bisa menjalani semua ini.
SMANGAT
Senin, 07 Maret 2011
Fitnah di FKIP
kaget..ketika aku mendengar kabar yang benar2 menyudutkan aku. Rahasia yang selama ini aku kunci rapat, jadi terbonkar. Tapi bukan dari lidahku.
Tak ada yang perlu aku sesali. Fitnah hanyalah sebatas fitnah. Yang penting aku tak pernah merebut apapun dari siapapun.
Tapi kali ini air mataku tertumpah juga di depan pemimpinku.
Ya.....
senyum itu ku jadi semangat bagiku. karena ku tak ingin kalah sebelum berjuang. Terserah orang memandangku apa.
Semakin Tinggi Pohon...maka semakin besar angin yang menggoncangnya.
Allah....Hanya Engkau yang tahu...
kaget..ketika aku mendengar kabar yang benar2 menyudutkan aku. Rahasia yang selama ini aku kunci rapat, jadi terbonkar. Tapi bukan dari lidahku.
Tak ada yang perlu aku sesali. Fitnah hanyalah sebatas fitnah. Yang penting aku tak pernah merebut apapun dari siapapun.
Tapi kali ini air mataku tertumpah juga di depan pemimpinku.
Ya.....
senyum itu ku jadi semangat bagiku. karena ku tak ingin kalah sebelum berjuang. Terserah orang memandangku apa.
Semakin Tinggi Pohon...maka semakin besar angin yang menggoncangnya.
Allah....Hanya Engkau yang tahu...
Sabtu, 05 Maret 2011
Ali....
Aku gak nyangka...
akhirnya doaqu terkabul juga. Kita saling Mencintai. Aku sudah bisa melupakan monyet.Kehadiranmu pada 14 Februari 2011 benar2 membuat aku bahagia.
Saat pertama kau pegang tanganku....kali pertama...karena aku tau..kau begitu suci di mataqu...
Saat bersama monyet...aku mencoba lupakan semua tentangmu. memang berhasil. Tapi saat mpnyet meninggalkan aku dan memilih Yati Hidayah, kenanganku mengulir kepadamu.
Walau dulu kau mencintai wanita yang sama dicintai oleh monyet juga...tapi kini aku yakin Cinta mu untuk Qu.
Kuharap....kelak kau benar2 mengambil aku dari kedua tangan orang tuaqu dan menjadikan aku halal bagimu...
Aku gak nyangka...
akhirnya doaqu terkabul juga. Kita saling Mencintai. Aku sudah bisa melupakan monyet.Kehadiranmu pada 14 Februari 2011 benar2 membuat aku bahagia.
Saat pertama kau pegang tanganku....kali pertama...karena aku tau..kau begitu suci di mataqu...
Saat bersama monyet...aku mencoba lupakan semua tentangmu. memang berhasil. Tapi saat mpnyet meninggalkan aku dan memilih Yati Hidayah, kenanganku mengulir kepadamu.
Walau dulu kau mencintai wanita yang sama dicintai oleh monyet juga...tapi kini aku yakin Cinta mu untuk Qu.
Kuharap....kelak kau benar2 mengambil aku dari kedua tangan orang tuaqu dan menjadikan aku halal bagimu...
Doa Buat Kanda
Kenapa susuah bibir ini berhenti melafaskan doa buat lelaki yang pernah aku cinta. Meskipun pada dasarnya kelopak mata ini lelah melihat kebersamaan mereka. Tapi aku tidak pernah marah, apalagi benci.
Tuhan..
Aku ingin dia menjadi sukses dan bahagia walau ada dan tanpa aku.
17 Maret.....
Namamu masih menetap dihatiku....karena dirimu yang mengajarkan aku Arti
I Love U. sehingga aku bisa membandingkanya dengan i love u
Thanks buat kehadiranmu
Kenapa susuah bibir ini berhenti melafaskan doa buat lelaki yang pernah aku cinta. Meskipun pada dasarnya kelopak mata ini lelah melihat kebersamaan mereka. Tapi aku tidak pernah marah, apalagi benci.
Tuhan..
Aku ingin dia menjadi sukses dan bahagia walau ada dan tanpa aku.
17 Maret.....
Namamu masih menetap dihatiku....karena dirimu yang mengajarkan aku Arti
I Love U. sehingga aku bisa membandingkanya dengan i love u
Thanks buat kehadiranmu
Langganan:
Postingan (Atom)
