Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad: 37)
Jumat, 09 September 2011
Selamat Pegantin Baru Daun
Ikhlas ku hadiahkan fotoku yang tersenyum ini sebagai kado pernikahanmu sayang. Aku mencintaimu bukan karena kau mencintaiku tapi karena Allah menitipkan dirimu untuk selalu ku sayangi. Perasaan ini masih utuh untukmu Daun.
Embun setia menunggu Daun...
I Love U because Allah.
Kamis, 08 September 2011
Kala ku tak bisa berbuat apa
Tersenyum adalah obat bagiku melawan semua rasa ini. Aku tetap ingin bahagia untuknya. Karena aku tak mau dia datang terkesan sebagai perusak. Aku mau dia yakin, kalau dia adalah yang paling berharga buat aku. Tak mungkin aku marah kepadanya seprti yang dia minta. Mungkin dia menganggap aku UNIK. Tapi yang pasti aku hanya seorang yang sederhana. Yang selalu tersenyum. Meskipun banyak masalah atau lagi diuji. Apatah lagi harus marah-marah. Aku hanya belajar untuk bersabar.
Aku yakin aku akan bisa tersenyum selalu untuk Allah... dan semua ciptaan-Nya
Senyum ikhlasku sebagai kado tuk merestui pernikahan Daunku TERCINTA
Ya Allah
Aku tak punya kaki tuk melangkah ke haribaan dalam rumah tangga. Tak juga punya kuasa menemani setiapnya melelapkan mata. Tak juga bisa meminjamkan bahuku untuk dia bersandar. Tak juga bisa meminjamkan kedua-dua pahaku tempanya terlelap setiap di lagi dalam derita.
Ya Allah...
Mulai besok aku tak bisa lagi memanggilnya SAYANG, CINTA, BUAH HATI, INTAN PAYUNG, DLL.
Di blog mungkin aku bisa memanggilnya Dalaf, Daun, atau Kanda. Ketika ku merindukannya, itu sudah jadi rindu terlarang. Ketika ku mencintainya itu menjadi cinta terlarang. Ketika ku menyayanginya jadi sayang terlarang.
Ya Allah...
Engkau tak akan menguji hamba kalau hamba tak sanggup.
Kabulkanlah doa hamba ya Allah. Jadikanlah rumah tangga Dalaf dan Meysa Putia rumah tangga yang sakinah mawaddah warahhmah. Karuniakanlah mereka kebaikan dan kemuliaan. Karuniakanlah mereka putra-putri yang shaleh dan shalihah.
Tak bisa ku menghadiahkan sesuatu selain doa dan restu yang ikhlas dariku.
Kanda... izinkan dinda tetap rebah di hati kanda
Subuh yang dini
Ku terbangun di tengah-tengah tidur yang panjang. Keharibaan-Nya ku bersimpuh diri memohon ampun dan bertaubat. Aku tumpahkan semua tangis, agar lenyap semua beban di hati.
Hanya kepada-Nya ku bisa hapus titik hitam yang ada di hatiku akibat kehadiran sebuah cinta yang benar-benar menggetarkan hati.
Aku tetap bersyukur kepada-Nya. Karena dia masih hidup. Bukan itu yang terpenting.
Hanya kepada-Nya ku bisa hapus titik hitam yang ada di hatiku akibat kehadiran sebuah cinta yang benar-benar menggetarkan hati.
Aku tetap bersyukur kepada-Nya. Karena dia masih hidup. Bukan itu yang terpenting.
Rabu, 07 September 2011
Jadi DUKUN
Pengalaman yang sungguh aneh dalam hidupku ketika jadi penghalau hantu. Aku tak tahu namanya apa. Yang jelas semalam aku telah mengikuti saran salah satu dosen yang bernama Siti Rubiah. Aku mencoba membaca ayat apa saja yang hafal olehku, dan menghembus sekuat-kuatnya ubun-ubun mahasiswaku yang bernama Rifa.
Aku baru kali ini terjun langsung menangani mahasiswa yang kemasukan. Terasa aneh memang. Tapi apa lagi. Percaya saja. Mungkinkah aku dikatakan sebagai dukun? atau apalah. Alhamdulillah anak itu sudah baikan. Lalu ku ajak dia ruang prodi sambil mendengar ceritanya.
Sebagai Ketua prodi aku dituntut menjadi seorang ibu. ya begitulah adanya aku yang harus tunduk dengan keadaan yang berlaku. Semoga semua bisa berjalan lancar.
Terima kasih Allah.
Aku baru kali ini terjun langsung menangani mahasiswa yang kemasukan. Terasa aneh memang. Tapi apa lagi. Percaya saja. Mungkinkah aku dikatakan sebagai dukun? atau apalah. Alhamdulillah anak itu sudah baikan. Lalu ku ajak dia ruang prodi sambil mendengar ceritanya.
Sebagai Ketua prodi aku dituntut menjadi seorang ibu. ya begitulah adanya aku yang harus tunduk dengan keadaan yang berlaku. Semoga semua bisa berjalan lancar.
Terima kasih Allah.
Senin, 05 September 2011
Ya Allah... jantungku terasa mau copot. Melihatnya dengan Meysa di parkiran. Tak kuat aku memicu motorku. Tersa darah segar menuju otakku.
Ya Allah...
Dosa apa yang telah aku lakukan? Sehingga begitu susah menghadapinya.
Aku ingin pergi Ya Allah. Aku mencoba bicara mau S3 dengan PR 2 tadi. Tapi tak diizinkannya. Ya Allah. Aku ingin lari. Lari. Lari menujuMU.
Kabulkan doaku Ya Allah untuk S3. Berikan jalan kepada hamba.
Aku tak kuat Ya Allah. Aku tak kuat. Benaran tak kuat. Tak kuat.
Ya Allah...
Dosa apa yang telah aku lakukan? Sehingga begitu susah menghadapinya.
Aku ingin pergi Ya Allah. Aku mencoba bicara mau S3 dengan PR 2 tadi. Tapi tak diizinkannya. Ya Allah. Aku ingin lari. Lari. Lari menujuMU.
Kabulkan doaku Ya Allah untuk S3. Berikan jalan kepada hamba.
Aku tak kuat Ya Allah. Aku tak kuat. Benaran tak kuat. Tak kuat.
Kenangan Bersama PMRM
STRUKTUR KEPENGURUSAN
PENGURUS PERSATUAN MAHASISWA RIAU MALAYSIA
(PMRM)
PERIODE 2010/2011
A. DEWAN PELINDUNG1. GUBERNUR PROVINSI RIAU
2. WAKIL GUBERNUR PROVINSI RIAU
3. KETUA DPRD PROVINSI RIAU
4. KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI RIAU
B. DEWAN PENASEHAT
1. PROF. (MADYA) DR. MUJIBURRAHMAN
(Universiti Tenaga Nasional Malaysia)
2. ABDUL HALIM MAHALLY, BA, LL.B (HONS), MPIR
Program S-3 Strategic & Security Issues - Universiti Kebangsaan Malaysia
3. Drs. TOHIRIN, MP.d
Program S-3 Counselling – Universiti Kebangsaan Malaysia
4. KHUZAIMAH ARIFIN, MSc.
Program S-3 Faculty of Engineering – Universiti Kebangsaan Malaysia
C. MAJELIS KONSULTASI
1. DRS. SYAMSI HASAN, M.Ed
2. AWITDRUS, S.Si, M.Si.
3. HM. RIZAL AKBAR, M.Phil, S.Si
4. M. YUNUS JUNAIDI, MA
5. NASROL AKMAL, S.Ag , M.Ed
6. SAID FHAZLI, S.Si, M.Sc
7. HUSNUL KAUSARIAN, B.Sc (Hons), M.Sc
D. KEPENGURUSAN INTI
1. KETUA UMUM : ADE FAJAR WIRAWAN S., B.Sc (Hons)
Program : S-2
Jurusan : Bioteknologi Tumbuhan
Fakultas : Sains Teknologi
Institusi : National University of Malaysia
2. KETUA I : ISMAIL MARZUKI, ST
Program : S-2
Jurusan : Sains Pembangunan
Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan
Institusi : National University of Malaysia
3. KETUA II : FARHAN RIANTORI
Program : S-1
Jurusan : Human Science
Fakultas : History and civilization
Institusi : International Islamic University of Malaysia
4. SEKJEND : EKO HERO, S.Sos
Program : S-2
Jurusan : Media dan Komunikasi
Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan
Institusi : National University of Malaysia
WAKIL SEKJEND I : EPTA INGGIE ARTHA
Program : S-1
Jurusan : Media dan Komunikasi
Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan
Institusi : National University of Malaysia
WAKIL SEKJEND II : ASTRI AYU PURWATI
Program : S-1
Jurusan : Bioteknologi dengan Manajemen
Fakultas : Sains dan Teknologi
Institusi : National University of Malaysia
BENDAHARA UMUM : MARDALISA
Program : S-1
Jurusan : Bioteknologi dengan Manajemen
Fakultas : Sains dan Teknologi
Institusi : National University of Malaysia
WAKIL BENDAHARA I : SASTYA WIRANDA
Program : S-1
Jurusan : Sains Laut
Fakultas : Sains dan Teknologi
Institusi : National University of Malaysia
WAKIL BENDAHARA II : RIRA RAHAYU ARRIDHA
DEPARTEMEN DANA DAN USAHA
KETUA DEPARTEMEN : ROZIAH BURHAN, SPd.
Program : S-2
Jurusan : Linguistik
Fakultas : Sains
Institusi : National University of Malaysia
A. DIVISI PERENCANAAN USAHA
Kepala Divisi : RAJA REZA FAHLEVI
Program : S-1
Jurusan : Oleokimia
Fakultas : Sains dan Teknologi
Institusi : National University of Malaysia
Anggota
1. Dwi Yuniarti
2. Finda Ivo Yolanda
3. Cici Juliana
B. DIVISI PELAKSANA DAN PEMASARAN USAHA
Kepala Divisi ERMAWATI. S
Program : S-2
Jurusan : Linguistik
Fakultas : Sains Sosial dan Kemanusiaan
Institusi : National University of Malaysia
Anggota
1. Rindi Genesa
2. Shelly Mardia Faizi
3. Rohan Syauki
4. Sumarni
5. Annisa Sarw
Lebaran Bersama Keluarga
ALhamdulillah aku bisa menikmati lebaran ini bersama keluarga tercinta. Keluargaku masih lengkap. Apatah arti duka yang kurasakan saat ini bila dibandingkan kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Terima Kasih ya Allah. Terima kasih Bapak, Mak, Yong dan Adek-adek.
Memenuhi Permintaannya...
Saat aku membuka mata pagi tadi, memang tak bisa aku nafikan wajahnya adalah pertama yang menghadiri mataku. Entah sampai kapan ini akan terjadi.
Saat aku menggosok mata, terlihat cincin yang sudah lama melingkar di jari tengahku. Aku teringat permintaannya semalam untuk aku menjalani hidupku.
Salah satu cara aku harus membuang semua kenangan tentangnya. Menghapus foto-fotonya. Mengubur semua barang-barangnya. Termasuk juga melepaskan cincin yang melingkar ini.
Jujur saja. Terasa sesak nafas ini. Berkali-kali aku melepaskannya tak berhasil. Akhirnya aku menarik nafasku dalam-dalam mencoba untuk ikhlas dengan semua ini. Akhirnya aku berhasil juga. Tanpa sadar air mata ini membasahi pipi yang semalaman terkeringkan oleh tidurku yang panjang.
Aku harus ikhlas melalakukan itu.
Ya Allah. Peluk aku. Bantu aku tuk menjalani hidupku. Sesungguhnya Engkau lebih dekat denganku dari urat leherku.
Aku hanya memenuhi permintaanya. Mengabulkan keinginan orang yang paling aku sayang.
Kenapa dia meminta aku melakukan sesuatu yang menetang kodratku Ya Allah. Terlupakah dia sesungguhnya engkaulah yang menghadirkan rasa cinta di hati hamba untuknya.
Ya Allah. jika rasa itu baik untukku, untuk agamaku, untuk keluargaku maka kekalkanlah. Jika tidak maka tariklah. Biar hamba bisa bersabar.
Mengingat Permintaannya
Kaget sungguh... subuh dapat telp dari mahasiswa yang menyatakan cinta. Seorang mahasiswaku dulu yang pernah ku ajari waktu jadi asisiten dosen di UNRI.
"Bolehkah saya mengisi kekosongan hati ibu?"
Sungguh terasa aneh mendengar perkataan mahasiswaku tersebut yang lebih tua dariku sebenarnya. ANEH. Aku coba meniadakan ucapan tersebut. Aku mengabaikannya.
Kenapa aku begitu sulit untuk percaya pada lelaki saat ini. Apakah aku trauma oleh lelaki yang tak ingin ku sebut namanya lagi atau apa ya?
Aku ingin menjalani hidupku sendiri saja. Bahkan aku ingin jauh dari semua orang yang aku kenal. Aku benar-benar ingin sendiri. Tak bisa dijangkau oleh siapapun.
pencraianku di subuh yang dini ini membuat aku merasakan damai menikmati angin segar yang menyelinap masuk ke rumahku.
Permintaannya yang mengajarkan aku keindividuallanku saat ini. Sampai nanti aku bisa menghapus semua kenangan yang tak lagi boleh aku goreskan. Karena setiap kali aku menggores tentangnya di sini, itu berarti aku masih mencintainya. Jika aku masih mencintainya itu berarti aku tak bisa memenuhi permintaan orag yang paling aku cintai saat ini. Dia pasti tidak akan bahagia jika aku tak bisa memenuhi permintaannya.
Hidup aku tak lagi aku rasa punya arti, jika aku tak bisa membahagiakannya.
Minggu, 04 September 2011
Surat Tuk Daun
Siak Hulu, 04 September 2011
Teristimewa buat Kanda Tercinta
Doa dan harapanqu di ujung magrib ini, semoga Allah tetap memayungi rahmat dan hidayahnya buat kanda dan orang-orang yang kanda sayang. Keadaan dinda di sini Alhamdulillah baik-baik saja.
Maafkanlah dinda yang tak mampu berkata-kata saat kanda di rumah tadi. Dinda tak punya cara lain selain melayangkan warkah sederhana yang tanpa kertas ini kehadapan kanda. Maafkan dinda jika tarian yang tak berpena ini akan membuat kanda marah atau tersinggung apalagi harus terluka.
Kandaqu yang baik...
Maafkan dinda yang sangat TERLUKA dengan permintaan kanda untuk dinda mencoba menerima lelaki lain. Kalimat itu sangat menyakitkan sayang. Tak lagi dinda mampu menahan air mata yang tertumpah ini. Dinda benaran hancur, bahkan sangat hancur. Kehancuran dinda bukan karena kanda tidak memilih dinda, atau karena kita tidak bisa menikah. Semua telah diatur oleh Allah sayang.
Maafkan dinda sayang...
Dinda tak pernah mengatakan hal ini kepada kanda. Dinda sangat yakin dengan cinta dinda ke kanda. Tak perlu sebenrnya tadi, kanda bicara soal untung rugi dengan cinta yang dinda punya. Dinda TULUS mencintai kanda. Bukan untuk memaksa diri memiliki kanda. Bukan sayang. Dinda sadar siapa diri dinda. Dinda sadar sayangqu. Sadar banget. Kanda ibarat MERAK di kayangan. Sedngkan dinda hanyalah PIPIT di hutan rimba yang pada jangkaun tertentu bisa buta. Manalah mungkin seekor PIPIT mampu menuju kayangan jika sayap yang dia punya telah tergoreskan oleh sembilu.
Dalaf...
Kehadiran kanda di tengah kerumitan psikis dinda memberi sebuah nafas. Dinda hidup dari kiriman nafas Allah itu. Kanda tahu, Betapa dinda membutuhkan kanda. Tak perlu sampai dinda bisa memiliki kanda. Tapi cukuplah dengan kebebasan hati dinda mencintai kanda secara tulus. Tapi lewat 3 kali istikarah kanda, kanda minta dinda berhenti mencintai kanda. Itu berarti Allah telah menarik NAFAS itu.
Lewat surat ini, dinda kirim lirik lagu yang dinyanyikan oleh Melly Goslow. Sebagai bagian perasaan yang menyudutkan dinda saat ini.
MALAM TAK BERTUAH..
SIANG TANPA PESAN
MANISNYA HARI MEYAPA DIRIKU
REFF..
MANUSIA BIASA MUNGKIN TAKKAN SANGGUP MERENUNGI NASIB GELAP GULITA
BENTANGKAN HATIKU..
TUHAN PELUK AKU
CINTA SAHABAT MENAFKAHI JIWA
JIKA AKU MENJADI SEPERTI YANG LAIN
HIDUP BERCAHAYA
MUNGKIN SAJA AKU KEHGILANGAN RASA SYUKUR TAK TERSENYUM DALAM DAMAI
COBA KAU JADI AKU
SANGGUPKAH BERNAFAS TANPA UDARA
NAMUN KUNIKMATI NASIB DAN TAKDIR HIDUP INI
BILA TUHAN YANG MAHU
JIKA AKU MAMPU MELAWAN GARIS YANG TERTULIS
BUKANNYA TUHAN TAK MENDENGAR DOA KITA
DIA TAHU YANG TERBAIK
JIKA AKU MENJADI
Semoga kanda bisa merasakan apa yang dinda rasakan. Apalah arti Raga tanpa jiwa. Jiwa juga tak akan berguna tanpa cinta yang engkau anugerahkan terhadap hamba. Allah menganugerahkan rasa cinta ini, bukan untuk merusak, bukan juga untuk membuat dinda menderita. Cinta ini membuat dinda hidup. Cinta ini membuat dinda bahagia.
Dinda masih bisa berpikir rasional sayangku. Percayalah dinda bisa melewati semua ini. Dinda akan selalu sabar menghadapi semua ini. Dinda bersyukur, yang penting kanda masih ada. Soal kepedihan tak perlu kanda takut atau kanda kasihani. Katakan pada kak Ema dan Puji, dinda dah biasa terluka. Banyak yang lebih perih dari yang kanda lakukan sayang. Kalau dinda gak kuat, tak mungkin dinda masih bertahan hidup sampai saat ini.
Dinda akan mencoba untuk melakukan apa yang kanda minta. Dinda akan coba untuk menghargai perasaan lelaki lain. Dinda yakin suatu saat kesabaran dinda akan dibayar dengan kebahagiaan.
Kanda...
Melalui warkah sederhana ini, dinda ingin meminta kanda untuk selalu bersabar menghadapi manusia lain. Dinda yakin kanda bisa melakukan itu. Sabar menhadapi siapa saja. Apalagi menghadapi orang yang kanda sayang.
Doakanlah Allah selalu menghadiahkan rasa bahagia kepada dinda.
Demikianlah surat ini dinda tuliskan kehadapan kanda. maaf jika dinda membuat kanda terluka.
Salam peluk dan cium
Dindamu
Roziah
FBqu Tak bisa dibuka
Huft...
Kesal.
Kenapa Facebookku tak bisa dibuka. Ya Allah... Hanya darisitu aku ingin melihat orang yang selalu ingin ku lihat...
Siapa yang ganngu FBqu?
Kandaaa... tolong dinda..
Kesal.
Kenapa Facebookku tak bisa dibuka. Ya Allah... Hanya darisitu aku ingin melihat orang yang selalu ingin ku lihat...
Siapa yang ganngu FBqu?
Kandaaa... tolong dinda..
Embun Terjatuh
"Kanda mau ngomong serius"
"Ngomonglah!"
"Kalau bisa kanda mau nasehatin dinda."
"Ya gitu."
"Puji dah ceritakan semua. Termasuk soal poligami."
"Oh ya."
"Ketika puji nanya tentang dinda sama Adi. Kanda bilang kanda ikhlas. Bapak tak tahu juga kenapa kakak masih bertahan. Padahal bapak tak pernah memberi harapan. Kakak masih muda. Jalan hidupnya masih panjang. Tak tahu juga kenapa. Bapak kasihan sama kakak."
"Hmmm." Aku mencoba merundukkan kepalaku menahan semua sesak di dada yang tak mampu aku tuliskan di sini. Ya cukup di diary pribadiku saja. Aku lafaskan rasa yang tak tertandingi.
"Kanda KASIAN liat dinda."
"Hmmm.." sambil aku menahan sebat dan rasa tidak percaya itu.
"Kak Ema dan Puji juga kasian sama dinda."
"Kenapa mereka kasian sama dinda."
"Sayang. Itulah bentuk perhatian mereka terhadap dinda."
Satu kalimat yang saat ini akan mewakili semua rasa itu
"AKU TERLUKA."
Aku tak pernah meminta rasa cinta ini hadir di hatiku yang terdalam. Sekali-kali tidak. Tapi ia meluncur sendiri.
Hari ini. Aku harus belajar untuk menjalani hidupku sendiri. Seperti yang diminta oleh orang yang paling aku cintai. Dia telah meminta aku mencari kebahagiaanku sendiri.
Aku tak lagi mampu menangis.
Aku menjalankan permintaannya sangat menyakitkan itu. Mungkin dia tidak tahu permintaannya kali ini benar-benar melukai hati ini.
Aku cuma yakin satu hal. Aku yakin permintaannya kali ini adalah yang terbaik untuk aku, dia dan Meysa.
Ya Allah. Aku sangat mencintainya. Tapi hari ini dia tak lagi mau menerima cinta dariku. Dia telah memutuskan mundur.
Bantu hamba ya Allah. Bantulah hamba ubtuk memapah diri. Hamba yakin engkau tidak tidur. Engkau tahu hamba terluka saat ini. Cukup 10 menit saja hamba terluka ya Allah.
Hamba ingin seperti biasa saja terhadapnya. Meskipun hamba merasa dia talah membuang hamba.
Semoga dia bahagia ya Allah. Bahagia bersama Meysa.
Apalah arti Raga tanpa jiwa. Jiwa juga tak akan berguna tanpa cinta yang engkau anugerahkan terhadap hamba.
Terima kasih Allah. Engkau selalu sayang pada Hamba. Engkau telah memberi pelajaran yang berharga saat Daun mengolengkan badan untuk membuang Embun yang menumpang
"Ngomonglah!"
"Kalau bisa kanda mau nasehatin dinda."
"Ya gitu."
"Puji dah ceritakan semua. Termasuk soal poligami."
"Oh ya."
"Ketika puji nanya tentang dinda sama Adi. Kanda bilang kanda ikhlas. Bapak tak tahu juga kenapa kakak masih bertahan. Padahal bapak tak pernah memberi harapan. Kakak masih muda. Jalan hidupnya masih panjang. Tak tahu juga kenapa. Bapak kasihan sama kakak."
"Hmmm." Aku mencoba merundukkan kepalaku menahan semua sesak di dada yang tak mampu aku tuliskan di sini. Ya cukup di diary pribadiku saja. Aku lafaskan rasa yang tak tertandingi.
"Kanda KASIAN liat dinda."
"Hmmm.." sambil aku menahan sebat dan rasa tidak percaya itu.
"Kak Ema dan Puji juga kasian sama dinda."
"Kenapa mereka kasian sama dinda."
"Sayang. Itulah bentuk perhatian mereka terhadap dinda."
Satu kalimat yang saat ini akan mewakili semua rasa itu
"AKU TERLUKA."
Aku tak pernah meminta rasa cinta ini hadir di hatiku yang terdalam. Sekali-kali tidak. Tapi ia meluncur sendiri.
Hari ini. Aku harus belajar untuk menjalani hidupku sendiri. Seperti yang diminta oleh orang yang paling aku cintai. Dia telah meminta aku mencari kebahagiaanku sendiri.
Aku tak lagi mampu menangis.
Aku menjalankan permintaannya sangat menyakitkan itu. Mungkin dia tidak tahu permintaannya kali ini benar-benar melukai hati ini.
Aku cuma yakin satu hal. Aku yakin permintaannya kali ini adalah yang terbaik untuk aku, dia dan Meysa.
Ya Allah. Aku sangat mencintainya. Tapi hari ini dia tak lagi mau menerima cinta dariku. Dia telah memutuskan mundur.
Bantu hamba ya Allah. Bantulah hamba ubtuk memapah diri. Hamba yakin engkau tidak tidur. Engkau tahu hamba terluka saat ini. Cukup 10 menit saja hamba terluka ya Allah.
Hamba ingin seperti biasa saja terhadapnya. Meskipun hamba merasa dia talah membuang hamba.
Semoga dia bahagia ya Allah. Bahagia bersama Meysa.
Apalah arti Raga tanpa jiwa. Jiwa juga tak akan berguna tanpa cinta yang engkau anugerahkan terhadap hamba.
Terima kasih Allah. Engkau selalu sayang pada Hamba. Engkau telah memberi pelajaran yang berharga saat Daun mengolengkan badan untuk membuang Embun yang menumpang
Langganan:
Postingan (Atom)





