Jumat, 15 Juli 2011

Kado Untuk DALAF

Dalaf...

Dihari Ultahmu.. aku tak bisa memberikan kado yang lebih indah selain mendoakanmu untuk lebih dekat kapada Allah
Seperti yang kau pinta....
Aku Tak bisa bersamamu.. seperti yang kekasihmu minta
Aku hanya di sini termangu
Tak mampu menjabat tanganmu di hari ulang tahunmu
Karena kekasihmu telah meminta padaku untuk menjauhimu

Dalaf

Biarlah aku di sini
Di masjid Agung An-Nur mendoakanmu, Almarhumah ibumu yang pernah ku kenal, Ayahmu yang begitu dekat dengan kekasihmu, Adek-adekmu yang menyayangi kekasihmu...
Aku hanya bisa berdoa
Tanpa bisa mengisi hari Ulang tahunmu

Walau begitu
Itu sudah cukup karena aku ikhlas mencintaimu karena Allah

Tak berkado indah air mata yang jatuh meliputi... setiap sudut ruang hatiku... ketika kau memilihku untuk mendapatkan ridho Allah...
Ku harus menjauhimu demi sebuah hati yang lama kau miliki

Tak tahu dengan pensil buatan mana aku bisa melukiskan segala rasaku padamu...

Untaian leksikal yang tersimpan di leksikonku tak mewakili, walaupun barisan wacana menmpati baris-baris diary harianku.....kalimat indah tak mampu menjadi raja, ketika kau telah memilihku......

Kau teduh hatiku dengan liupr laraku yang menyudut stiap hatiku...

Walau aku lelah dan penat menjalani hariku, bergelut dengan pena yang merutinitas kerjaku....

Dalaf..
Sungguh, ketika kau lelap dalam tidurmu, aku menangis menatapmu dalam wajah sedihmu... Guratan itu memancarkan kebaikan yang sesungguhny tak bisa aku lukiskan... dengan warna apapun..

Aku di sini melihat cinta dalam setiap tarikan nafas itu... tiap sedutan nafasmu..

Aku beli cat gambar yang seribu kali lebih bagus dari yang aku punya ketika SD dulu, semuanya terlalu indah...

Kanvas terbuat dari emas yang memagar keindahanmu tak mampu membingkai semua pelangi tentangmu...

Dalaf begitu indah di hatiku..

Tahukan betapa besar rasa syukurku? Ketika kau memilihku karena Allah... Bahkan aku marasa tak puas saat dan sesudah aku meneteskan air mata dalam cengkrama shalatku hanya mengucapkan syukur Allah telah menghadirkan dirimu dalam hidupku...

Aku malah semakin bernafsu mensyukuri nikmat itu...

Syukur Alhamdulillah.. ketika kau memilihku karena Allah.. diantara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah di luar sana...

Kau telah lama menuliskan di setiap aku mengajakmu leri dari ketentuan Allah... kau malah memilihku karena Allah... menyadarkan aku untuk insyaf dan tidak merajai kenikmatan sesaat itu...

Ketika aku kotor.. kau malah mencintaiku karena Allah..

Dalaf...

Kau betapa besar dadaku membuncah untuk terus menggamit rindu yang kian menggodaku... Rindu yang selalu mengajakku untuk selalu memeluk dan mencium itu.. kau tepis dengan perlahan ytan menyinggung perasaanku..

Kau ajari ketulusan cintaku mencintaimu karena Allah.. membawaku ke awan yang hanya mampu ku ekspresikan dengan air mata...

Dalaf....

Engkau menjadi nakhoda dalam kemanjaanku.. kau mengikatku tanpa tali yang pasti…. Hingga kau mau Gandeng tanganku ke Jannah~NYA...

Kau bangunkanku di 1/3 malam terakhir, bersama kita mengarungi samudra cinta~NYA dalam lautan dzikir...

Dalaf…
Aku tak ingin bermaksiat pada Sang Maha Kasih,Robbul 'izzati....

Mungkinkah ku mendengar kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul hakiki itu.. Aku ingin segera mengabdikan diriku padamu dengan segala karendahan hatiku padamu..

Kau tak jadi penghias saja bagiku.. tapi hadirmu dan tanpa hadirmu lebih dari Matahari yang memberikan sumber kehidupan manusia...

Ingin ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik dengan jatuh cinta padamu karena Allah..

Aku bersyukur... Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu, karena disini di hati ini kaulah yang terindah...

Dalaf.. sungguh aku akan mencintaimu, cinta yang terkotak atas nama~NYA...

Dalaf
Tak akan kubiarkan rasa sedih itu menumpang di kebun perasaanku
Karena cintaku tulus tanpa mengaharap dirimu menjadikan aku halal bagimu
"Aku mencintaimu karena Allah.."

Kamis, 14 Juli 2011

Ultah Dalaf

Malam ini aku, Dalaf dan Puji menyaksikan indahnya pemandangan air mancur di bundaran Pekanbaru.. Aku sendiri tak tahu nama tempat itu apa.

Keindahan itu bukan karena lampu-lampu.. tapi Allah mengabulkan doaku. Aku bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Dalaf seraya menjabat dan mencium tangannya. Aku bahagia sekali, ketika aku mencium pipinya...

Jujur aku Tergoda padanya...

Aku belum bisa memberikan kado padanya... Karena aku belum bisa membeli sesuatu yang ingin sekali ku hadiahkan padanya...

Aku belum punya waktu mendapatkannya...

Dalaf.. andai saja pahala puasaku hari ini bisa dipindahkan... maka aku ingin menghadiahkanya kepadamu...

Aku bersyukur pernah mencintaimu... meskipun dirimu adalah milik wanita lain... Kepemilikian yang tak bisa aku buang begitu saja...

DALAF... AKU INGIN SEGERA MENIKAH DENGANMU...

Selasa, 12 Juli 2011

Cerita buruk DALAF

Terngiang lagi telingku... oleh berita buruk tentang dalaf. Kini dari mantannya. Bagaimana aku bisa merunut itu semua.

Sakit benar batin aku menerima ini semua. Tak tahu lagi...

Aku capek...

Kesal...

Aku yakin pada DALAF...

cuma itu yang aku tahu.

Bukan aku tak percaya dengan kata mantan yang masih dia sayang itu, Tapi aku yakin ketulusan aku, dan cintaku akan menjadikan dia terbalik dari semua Tuduhan itu...

Ya Allah.. berikan aku peluang untuk membuktikan pada semua... dia orang BAIK.

AKU HANYA INGIN MEMBAHAGIAKAN DALAF...

optimis

Tersenyum ikhlaslah....

Bukan Karena hari ini indah kita bahagia, tapi karena kita bahagia hari ini menjadi indah

Bukan karena tak ada rintangan kita menjadi optimis, tapi karena kita optimis rintangan menjadi tidak ada...

Bukan karena mudah kita yakin bisa, tapi karena kita yakin bisa semuanya menjadi mudah...

bukan karena semua baik kita jadi tersenyum, tapi karena kita tersenyum maka semua menjadi baik...

Tetap Optimis dalam melangkah....

tuk kak ermawati s... Orang yang tersayang.. tuk keluarga besarku......... tuk semua mahasiswa PBI yang ppl... Tuk semua sahabatku... tuk semua kenalanku..

.

optimis

Tersenyum ikhlaslah....

Bukan Karena hari ini indah kita bahagia, tapi karena kita bahagia hari ini menjadi indah

Bukan karena tak ada rintangan kita menjadi optimis, tapi karena kita optimis rintangan menjadi tidak ada...

Bukan karena mudah kita yakin bisa, tapi karena kita yakin bisa semuanya menjadi mudah...

bukan karena semua baik kita jadi tersenyum, tapi karena kita tersenyum maka semua menjadi baik...

Tetap Optimis dalam melangkah....

tuk kak ermawati s... Orang yang tersayang.. tuk keluarga besarku......... tuk semua mahasiswa PBI yang ppl... Tuk semua sahabatku... tuk semua kenalanku..

.

Allah.. Tinggalkan tangan mereka U/ FKIP UIR

Tuk Adinda Nunuk, Andre, Arif, dan Musuh Bebuyutan Pak Purba..


Aku adalah sosok yang paling benci pada perpisahan meskipun Daun tak pernah membenci angin yang memisahkannya dari tangkai sebuah pohan yang ternama. Di tepian rumah hijau ini.. aku duduk memandang Hujan Pagi ini menurunkan tangis bagiku karena besok Nunuk, Andre, Arif dan Purbakala akan melanjutkan pengembaraan intelektualnya di Malang. Aku kehilangan tempat bersenda gurau ketika masalah-masalah menggelangi dan merantai hidupku.


setiap pagi mereka selalu ku sapa tuk sekedar mengusilin, tapi besok bakalan tak bisa. 2 tahun bukanlah waktu yang cepat, karena kebersamaan belum tentu ada untuk kita...


FKIP akan kehilangan 8 tangan yang biasa menyelesaikan naskah soal ujian tiap MID dan UAS. Biasanya kami berlomba menyelesaikan hanya untuk saling ejek mengejek demi kebaikan. Aku yang mereka kenal pembuat heboh dan tukang cemeeh ini, sebenarnya sayang sama mereka.... Kini harus kehilangan 4 pasang tangan itu....


selamat jalan sahabatku..


Allah... bersama Dhuha ini ku layarkan doa semoga tangan mereka tetap tinggal di FKIP......


.

Minggu, 10 Juli 2011

Pilihlah karena ALLAH

Aku tulis ini buat seseorang yang kini lagi memilih... Semoga DALAF DIBERI KESABARAN DAN JALAN YANG LURUS SERTA PIKIRAN YANG JERNIH SEBENING EMBUN... DALAM MEILIH. Semoga pilihannya menganut pada Al-Quran dan hadist.

Hidup adalah pilihan. Mau hidup atau Mati. Pilihan menentukan hasil panah yang kita dapatkan akibat anak panah yang telah kita lepas dari busurnya. Berhasil atau gagal. itulah sebuah akibat.

Salah pilih akan mengakibatkan kita menyesal dengan waktu pendek ataupun panjang. Salah pilih kostum, misalnya akan membuat kita menyesal selama sehari karena tidak nyaman berada dalam sebuah pesta. Kita menjadi pusat perhatian negatif.

Bagi anak kos misalnya, akan menyesal 1 tahun akibat salah pilih kontrakan. Terpaksa berada pada ketidaknyamanan akibat salah pilih tempat, sedangkan bapak kos tidak mau mengembalikan lagi uang kontrakannya.

Masyarakat akan meyesal selama lima tahun akibat salah pilih pemimpin. jadi masyarakat yang tertekan akibat salah coblos saja, atau tang grogi hingga harusnya no 1 jadi no 2...

Seumur hidup kita akan menyesal, akibat salah memilih pasangan hidup (suami atau istri). Salah pilih ini diakibat oleh pilihan yang tidak ingin mencapai ridho Allah. pilihan yang tidak memerlukan pertimbangan. Pilihan yang tidak meggunakan waktu lama untuk berpikir. Pilihan yang didasrkan oleh nafsu dan keterpaksaan, simpati dan empati, pilihan karena keindahan sampul. penyesalan itu akan datang terlambat.

Pilihlah sesuatu ketika hati kita bening seperti embun akibat kedekatan kita kepada ALLAH.

Rindu Allah

Rindu aku pada-Mu Allahqu..

Sekian lama aku tidak beranjak dari rumah-Mu.. Aku bertambah rindu. Ingin aku menjemput-Mu. Memeluk-Mu, Mencium-Mu.

Salahkah rinduku yang kuat ini menggamit keberanian aku untuk menjalani hidup sendirian di sini tanpa keluarga, sahabat, teman apalagi kekasih.

Kerinduanku pada-Mu... menjadikan aku insan yang berani untuk melawan kesendirian ini. Aku berani mengharungi dan membuang ketakutan yang merajai udut hati kecilqu..

Kerinduanku pada-Mu Allah.

Tak sabar aku hendak menemui-Mu. Berada dekat samping orang-orang yang Engkau cintai.

Aku rindu akan kematian. Jika aku bisa mungkin aku memilih waktu itu dipercepat saja ya Allah. Agar aku siap menerima-MU.

Aku ingin Menemui-MU...

Tapi jika sakit ini membuat aku selalu merindui-Mu.. maka jangan sembuhkan aku, karena dengan begitu, aku semakin dekat dengan-MU... Allahqu...

BAGIAN PENGHIRISAN KANGKER PAYUDARA

Aku harus memuntahkan lagi segala apa yang masuk ke perutku. Mulai tadi saat nikmat makan terasa di lidah. Tapi perutku tak berterima karena pngaruh suasana hati yang kian terluka.

Luka yang tercipta akibat aku tak bisa memesonakan cinta yang aku rasakan pada DALAF, ditambah lagi dengan kerinduanku pada kebersamaan keluarga besarku.

Aku coba memahat tawa pada setiap tindak tandu yang menggema dalam seluruh ingatanku.

Aku paksakan memesrakan rasa rindu terhadap tubuh2 yang akhir2 ini mengisi tiap sudut rumah hijau ini. ber+ dengan kerinduan terhadap kekasih yang dua hari lalu menlungkup di keharibaanku.

Bagaimana aku bisa menahan rindu pada semua sosok yang pernah bersatu lewat jamaah shalat magrib ketika dulu. Wajah-wajah yang kian menuntun aku pada persambahan untuk menghambakan diri selalu pada-Mu Allahqu.

Aku sebenarnya hanyut dalam kesedihan yang aku tak sengaja lahirkan. Lewat kenangan indah yang aku terima dari mereka semua.

Apakah ini sebagai langkah awal tuk mempersiapkan diri pada sebuah rumah persegi panjang di dalam tanah itu. Yang pada saat itu aku hanya sendiri.

Apa ini bentuk latihan dari kematian yang aku tak tahu kapan akan mendatangiku.

Semoga ini bukan hukuman.

Aku ikhlas Ya Allah. Aku sendiri harus menyembunyikan rasa ini semua dari pengetahuan mereka. Aku sembunyikan keadaanku yang tak berdaya begini dari pengetahuan keluarga besarku. Aku ingin mereka bahagia.

Allah..

Engkaulah penolongku.. tika dan saat ini..

Ku kuncupkan rindu pada Bapak, Mak, Yong, dek Nur, Dek Amran, dek Ikhmal dan Dalaf..

Semoga mereka bahagia selalu... Amin

Semilir rindu TERDEDAHKAN

Allah....

Allah...

Allah...

Cinta ini membuat hamba dekat kepada-Mu. Tiada kuasa hamba menahan. Tiada sanggup hamba menanggung. Hamba bermastautin kepada limpahan rahmat-Mu berupa rasa rindu kepada DALAF yang begitu besar. Semoga tidak melebihi rasa rindu pada Engkau Ya Allah. Tidak meninggi dari cinta hamba kepada-Mu ya Allah.

Keindahan pelangi itulah lukisan rindu yang hamba punya untuknya. Sesungguhnya yang mendapat nama dari kejadian ini adalah tangan kekuasaan-Mu ya Allah... Karena engkaulah pencipta pelangi itu.

Lewat angin malam ini, sambil menunggu waktu isya... Ku titip rindu di depan sajadah pada kekasih hatiku... DALAF...

Allah...

Allah...

Allah...

Syukur dan DOA karena masalah DALAF

Ya Allah...

Alhamdulillah...

Engkau adalah pembuat takdir.

Hamba bersyukur...

Hamba tidak pernah bosan untuk memohon. memelas. dan menghinakan diri di hadapan-MU ya Allah.

Tak ada hal yang lebih membuat hamba terluka selain melihat DALAF terluka begini.

Telah dua hari dia berbaring di pangkuanku.

aku hanya bisa memberi hati dan diriku untuk dia menghilangkan duka.

Ya Allah...

Aku hany bisa menangis... tak bisa berbuat banyak. Aku ingin dia tersenyum.

Andai saja bagian dari tubuhku harus dipotong. Aku rela ya Allah...

Aku hanya ingin dia bahagia ya Allah.

Tabahkan hatinya ya Allah.

Hamba bersyukur engkau memberikan penderitaan ini kepadanya. Kepada orang yang amat aku sayangi. Orang yang sangat aku cintai, walaupun dia bukan milikku ya Allah. Kenapa begitu?

karena dengan cobaan ini, kelak dia akan punya hati yang kuat. Perasaan yang kuat. Cinta yang kuat. ketabahan yang lebih dari ini. Dia akan menjadi orang yangbaik. Orang yang dekat dengan-MU. Orang yang Mencintai-MU lebih dari segala apapun termasuk dari cintanya kepada Meysa atau bahkan aku sekalipun.

Hamba bersyukur.. Engkau menyudutkan dia?

kenapa begitu?

Karena dengan begitu. Dia menjadi lebih Shaleh dan belajar tidak tempramental. Karena dengan begitu dia akan lebih fokus pada studinya ya Allah. karena dengan begitu dia bercita-cita membuat rumah makan untuk anak-anak jalanan. Dia lebih berperasaan. Dia lebih bisa menahan emosi. Setidaknya di depan mataku saja Allah.

Ya Allah...

Berikan aku lebih lama waktu untuk hidup. Bukan untuk aku ya Allah. Tapi untuk dia. Untuk memanjakannya. Untuk menerima keluh kesahnya. Untuk menerima curhatnya. Untuk bisa memeluk dan menggenggam tangannya.

Ya Allah...

Berikan aku selalau nafas.. agar aku bisa temani dia.. saat dia terluka begini. Sampai dia bisa tersenyum...

Bugitu sangat berharga bagiku ya Allah..

kabulkanlah doa disetiap shalat wajib, Dhuha dan tahajjudqu Ya ALLAH

Aku Terdiskriminasi

Aku tak bisa berbuat apa, karena aku bukan Allah yang membuat takdir untuk menggerakkan tangan-tangan penguasa untuk memasukkan nama pada barisan pengajarnya. Aku bukan apa-apa, tak suka saja dengan cara aku didiskriminasi seperti ini. Aku dibuang begitu saja oleh para peguasa yang berhak tanpa aku tahu salah apa.

Sedih banget rasanya hati ini. Bukan sekedar sakit, tapi sudah mulai terluka.

Aku tak tahu cara bersabar. Hingga pendiskriminasian ini membuat aku mengantuk dan teridur di Labor komputer yang pernah aku usahakan dulu.

Entah bagaimana aku bisa tersenyum seperti yang diminta oleh orang yang aku sayang saat ini. Aku tak bisa menuruti kata-katanya begitu saja.

Aku senyum tapi tak ikhlas. Aku benar-benar tersudut. Aku benar-benar merasa tersudut. Aku ingin pulih. Tapi susah. Sehingga aku harus larut dengan perasaan yang tak disukai oleh Permata hatyku ini. Aku terlarut. Aku hanya terhanyut. dan Terhanyut. Tanpa memikirkan perasaan dia.

Allah...

Aku terpukul dengan semua ini. Bagaimana tidak? Teman yang sama kuliah dengan aku dapat tiga kelas. Kenapa sih? Aku harus menerima pendiskriminasian ini? Status kami sama-sama belajar. Aku heran dengan semua ini.

Keherananku menimbulkan sebuah pertanyaan di hatiku. Kenapa dia ngajar AKTA sedangkan aku TIdak? Salah apa aku. Huft.....

Aku benar-benar kesal. Aku emosi.

Tiba-tiba saja dia nyeletuk

"Ah... cemen kali kanda ni."

"Iya dinda."

"hmmmmm... Malas ah dinda."

"Iya sayangku.."

"Kanda... Cintaqu... tahu gak mereka tertawa melihat kanda sedih begini. Apa kanda pikir dengan bersedih, nama di situ akan terganti dengan nama kanda? Akan berubah gitu?"

"Tidak sayang."

"kanda harus tahu. Mereka senang kalau kanda sedih."

"Iya sayangku..."

"yang mereka inginkan cuma satu. Kanda mengundurkan diri. tapi jangan lakukan itu sayang. Tak ada manfaatnya. Kalah kanda kalau gitu sayang..."

"Iya sayangku..."

"Kanda cemen kali. Malas dinda. Merajuk ah."

"janganlah merajuk sayangku..."

"Ah malas.."

Aku melihat senyum cemeehnya. Aku sedikit lega. Tapi aku belum pulih. Jujur aku masih luka.

Dia menatapku. jauh ke dasar hatiku.

mendadak saja dia manja kepadaku. Selama ini, akulah yang sering manja.

Tapi aku melihat perbedaan tingkahnya. Mungkinkah aku telah melakukan salah. Dia memelukku erat. Aku hanya terdiam. Ketika dia mendekapkan wajahnya di dadaku. Dia menyurukkan pandangannya. Seolah-olah, dia ingin membalut luka yang ada di hatiku.

Tiba-tiba. Aku merasakan basah di dadaku. Dalam keheningan. Kesunyian. Kudengar suara basah itu berbicara

"Sayaaaaaaaaaaaaang.. Jika kanda terluka. Ada dinda yang lebih terluka. Jika kanda hanur, Dindalah yang lebih hancur. Dinda sayang kanda."

"Dindaaaaa."

"Kanda. Terlalau banyak masalah yang kanada hadapi. Tapi selama ini kanda kuat. Kanda lupa ya? Dengan beban yang telah kanda tanggung selama ini. Kanda sudah banyak mengalami hal yang menyakitkan sayang."

Kemanjaan bercampur hancur itu sdikit menyadarkan aku. Di sini. Di hatiku. Ada seseorang yang akan hancur ketika aku terus terpuruk dan tak kembali.

Aku terlupa. Kalau dia juga dengan sejuta masalhnya. Masih juga bisa tersenyum.

"Melihat kanda seperti ini, Dinda jadi ingt dinda dulu. Ketika pertama kali dinda divonis mengidap kangker payudara. Dinda merasa hancur saat itu. Dinda merasa, dinda telah mati sayang."

"Dinda.. jangan cerita itu. Kanda gak mau. Kanda gak mau mendengarnya"

Ku pegang tubuhnya erat. andai saja dia halal, sudah tentu ku peluk dan ku cium wajah yang telah ku buat luka itu. Wajah yang kian agak terlihat kusam di mataku. Wajah yang makin hari aku lihat makin menyedihkan...

Aku mencoba untuk tersenyum ikhlas. Aku berpura-pura. Padahal aku tahu dia tahu kalau berpura-pura. Tapi aku berusaha untuk membuat dia bahagia.

Kenapa aku tidak berpikir satu hal saja. Aku harus bersedih andai Allah tidak memilihku.

seperti dalam kata mutiara Islam +133 berikut...

Alangkah indahnya cara Allah untuk memberikan nasehat kepada makhluknya, nasehat yang benar-benar membuat diri mereka berubah karena NYA, bukan karena kekuasaan manusia yang hanya menakuti mereka sementara waktu sampai mereka tertidur untuk selamanya. (By : Abu Afza Al-Ghifari)

Sabtu, 09 Juli 2011

DI-samping DALAF

Aku disini bersamanya merasakan kerasnya degupan jantungnya. MMMM,,... tak bisa aku melukiskan apa yang aku rasakan saat dia MMMM..... Semua pasti bisa menebak saat ini, tak ada lagi yang aku inginkan selain selalu bersamanya.

Aku MMMMMMMMMM

Apa ya?

Aku juga tak tahu mau nulis apa...

karena DALAF tak terbandingkan dengan apapun bentuk kata yang dilahirkan oleh ahli etimologi sekalipun. Apatahnya hanya aku sebagai pengecap ilmu Linguistik..

aku tak bisa katakan...

Aku Mencintai DALAF

Kamis, 07 Juli 2011

Ciuman Pertama untuk DALAF..

DALAF...

Berawal dari sebuah ciuman pertamaku untuk lelaki dalam hidupku. Tak Pernah aku memberi itu pada mantan yang pernah ku anggap sebagai cinta sejati dalam hidupku (Dedi Irawan Bustami) yang pernah meminta secara tulus ketika malam tahun baru 2009 tika itu. Tidak Juga pernah aku berikan kepada cinta Ali yang pernah aku sayangi sejak 2001 itu. Dua lelaki itu sudah pupus dari hatiku ketika aku memutuskan untuk menghadiahkan ciuman itu kepada DALAF.

Aku tahu cinta itu tak boleh terbentuk dari nafsu. Tapi aku tidak menafikan cinta yang kini aku punya adalah sebuah cinta yang suci yang dititip Allah kepada kami. Perasaan yang tak pernah kami undang atau kami jemput. Datang dengan sendirinya tanpa kami minta.

Ciuman itu aku berikan sebagai bukti aku memilihnya atas cinta tulusnya. Ciuman itu untuk memberhentikan bibirnya dari bertanya tentang Dedi, Ali dan Adi. Pertanyaan yang tak jelas sering ku dengar dari bibirnya atau dari smsnya. Ciuman itu sebagai alamat untuk dia menghilangkan keraguaannya terhadap hatiku yang kini sudah benar-benar mencintainya.

Padahal aku sudah mulai menyukainya ketika pertama kali aku mengenalnya di FKIP UIR. Tapi aku selalu menepis semua itu, karena aku tahu dia punya pacar, begitu juga aku sudah punya ALI.

Aku sendiri heran dengan keberaniaan yang aku kumpul sejak dari hari pertama aku berangkat ke Medan. Aku tak tahu bagaimana menjelaskan hubungan aku dengan Ali atau persahabatan aku dengan Adi.

Aku hanya ingin dalaf tahu kalau sungguh mencintainya. Biarlah aku salah telah menciumnya. Biarlah aku salah. Tapi cuma itu yang bisa aku buktikan.

Aku tak ingin kehilangan kesempatan ini. Karena esok belum pasti ada.

Ciuman itu mendarat ketika kami melihat pertnjukkan tarian daerah medan di sebuah pasar di Perapat.

Ketika dia sedang asyik melihat pertunjukan itu, aku langsung mengangkat kakiku lalu menciumnya. Ntah dia suka atau tidak dengan caraku, aku tak tahu. Tapi hatiku terasa damai dan mendadak perasaan malu menyerang tubuhku sehingga mukaku menjadi merah.

"Apakah kanda masih ragu atau curiga?"

"Tidak sayang."

Jawaban yang begitu yakin keluarnya dari bibirnya

"Kanda percaya sama dinda."

Sabtu, 02 Juli 2011

Luka berbalut CINTA

Aku begitu takut saat membaca statusmu tentang ini. Ku melihat kanda psimis dengan keadaan kanda. Hancur sudah hati ini.

aku takut terjadi sesuatu pada dirinya. Tiba saja tubuhku dingin saat membaca status FBnya...

aku tak akan berhenti;menemani dan menyayangimu;hingga matahari tak terbit lagi;bahkan bila aku mati;ku kan berdoa pada ilahi;tuk satukan kami disurga nanti

aku jadi takut...

takut akan kehilangan dia.

takut dia pergi

takut dia lari

takut dia meninggalkan diriku

Aku terharu...

Sayang...

Kau mau apa, pasti kan ku beri
Kau minta apa, akan aku turuti
Walau harus aku terlelah dan letih
Ini demi kamu sayang


Taukah kamu apa yang ku pinta
Disetiap doa sepanjang hariku
Allah tolong aku tolong jaga dia
Allah aku sayang dia