Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad: 37)
Kamis, 09 Januari 2014
Lain usul lain yang keluar
Ya
Allah.... Masih lagu lama juga, irama saja yang baru. Padahal bukan
penyanyi atau pencipta lagu. Cuma tinggal hidupkan kaset aja. Apa
susahnya? Ya Allah... ternyata dia tak pandaikah memilih musik yang
nyaman di orang lain. Lebih baik aku dengar radio buruk sajalah. Bikin
sakit otak aja begini caranya.
Cuek
Akhirnya aku lebih memilih tidak peduli ketika hal yang tidak penting dalam kehidupanku dianggap penting oleh sebagian orang.
Senin, 06 Januari 2014
Kesibukan akan Mengurangi Dosa
Tuhan...
terima kasih Engkau anugerahkan hamba kesibukan... agar lisan ini
terhindar dari membicarakan keburukan orang lain. Terima kasih engkau
hujani hamba dengan masalah agar hamba cerdas mencari solusi hingga tak
sempat menjaga tepi kain orang.... karena kain di rumah sudah
bertumpukan. Pada-Mu Tuhan... hamba bersyukur atas titipan Cinta dari Putra Samsudin, suami membantu hamba menguraikan benang kehiupan yang kusut. Padamu Pangeran Surgaku.... I Love U.
Sabtu, 04 Januari 2014
Aku Pergi
Maafkan aku wahai teman..
Aku akan pergi sampai hatiku membaik. Aku ingin leraikan benang yang berserabut di hatiku. Aku inginkan cairkan gunung Es di hatiku. Aku bukan yang terbaik untuk kalian semua.
Kepada Tuhan tempatku kembali.
Aku akan pergi sampai hatiku membaik. Aku ingin leraikan benang yang berserabut di hatiku. Aku inginkan cairkan gunung Es di hatiku. Aku bukan yang terbaik untuk kalian semua.
Kepada Tuhan tempatku kembali.
Rindu dengan Mak
Mak...
Ya Allah.. Tak sabar ingin segera menemui mak. Ya Allah. Aku rindu dengan mak. Rindu dengan canda dan tawa mak. Hanya bercerita disisni. Tapi cukuplah. Air mata ini tumpah tatkala menuliskan rindu ini. Andai mak tahu. Anakmu ini sangat menyayangimu. Semoga Allah selalu melindungimu. Menganugerahkan sehat kepadamu. memberikan Surga di akhirat kelak. Aku sayang Mak.
Awal Cinta Roziah Burhan dan Muhammad Sarfa'i
Triliunan
kata Cinta yang aku tuliskan setiap hari, tak mampu melukiskan Cinta
Rasa yang membuncah di Hati. Kasih yang tersurat itu, tak lebih besar
dari 1 tarikan nafas manusia di jagad raya ini. Dari ungkapan itu aku
mensyukuri Cinta yang dianugerahkan oleh Tuhan Pemilik Cinta.
Malam Ini.. Jumat 03 Desember 2014. Disini. 2 tahun silam bermula kisah cinta yang agung ini. Aku pertama kali bertemu dengannya setelah kian lama dipisahkan oleh masa. Bagaimana tidak. Aku yang ketika itu mengenakan gaun coklat begitu takjub dengan lelaki yang dulu kerap aku sapa sebagai 'Fa'i"
Makan Malam dengan Muhammad Sarfa'i
Makan malam bersama suami tercinta (Muhammad Sarfa'i). Seperti Biasa aku selalu makan berdua suami selama dia liburan di Pekanbaru. Memang lebih sering kami makan dalam satu piring. Seperti malam ini, aku dan dia memesan 2 nasi putih, 1 porsi kepiting dan Jus Tower. Namun kepiting tidak ada. Akhirnya kami memsan Cah kangkun Cumi, kerang rebus sebagai lauk malam ini.
Hal yang membuat aku takjub adalah sikapnya yang selalu memanjakan aku. Dia menyuapiku makan. Seperti biasa, dia tak akan membiarkan tanganku kotor walau sekedar mengupas kerang.
Kamis, 02 Januari 2014
Sepenggal Catatan Sedih Dari Suamiku
My Family...
22 Desember 2013 pukul 10:21
Aku…
Biarlah aku di sini seperti ini. Biarlah aku saja yang
'menikmati' ini. Yang terpenting bagiku keluarga di sana dalam keadaan
baik-baik saja dan tetap bisa tersenyum. Senyum kalian adalah
semangatku.
Istriku…
Terima kasih telah memilih aku untuk menjadi suamimu dan
dengan ikhlas untuk menjadi istriku. Semoga Allah selalu menjaga dan
melindungimu. Menganugerahimu kebaikan dan menjauhimu dari segala
keburukan. Memberikanmu kesehatan dan selalu dalam keadaan baik-baik
saja. Senantiasa sabar, kuat, semangat, dan tersenyum. I Love U.
Syukurku
pada Allah, yang meanugerahkanmu untukku. Di sini aku selalu menantimu
penuh cinta. Tiada lagi yang lebih berarti selain dirimu jantung
hatiku...
22 Desember 2013 pukul 12:48 melalui seluler
Rindu Bapak di Kampung
Aku
ingin menulis tentang bapak. Aku di sudut kota ini menahan rindu yang
tiada tara. Masih terbayang jelas dalam pikiranku bagaimana dalam lelah
engkau masih sempat memperhatikanku.
Bapak... hanya melalui tulisan ini
aku ungkapkan betapa aku menyayangimu. Ingin aku dekap dirimu, tapi aku
takut. Semoga bapak tidak marah dengan anakmu yang bodoh ini.
Aku rindu
mengurut tubuhmu sepanjang malam-malam seperti dulu. Semoga Allah
melindungimu.
Status Kak Mega Istri Abang Syarif
20 September 2013
Aku berharap aku bertemu kembali denganmu
Walau telah sering kau hadir dalam mimpiku
Namun tetap tak mampu menghapus rinduku
Kadang - kadang sudah ingin berhenti berharap
Tapi aku tidak boleh pasrah dan putus asa
aku tau kau hadir disetiap hariku
karena aku bisa merasakan itu
aku bisa tersenyum setiap saat
bila mengingat masa indah itu
namun air mata ini belum kering
dan masih bisa menetes tatkala
menerawang "masa itu(hari rabu)"
Doaku untuk mu kekasih hatiku.
Aku berharap aku bertemu kembali denganmu
Walau telah sering kau hadir dalam mimpiku
Namun tetap tak mampu menghapus rinduku
Kadang - kadang sudah ingin berhenti berharap
Tapi aku tidak boleh pasrah dan putus asa
aku tau kau hadir disetiap hariku
karena aku bisa merasakan itu
aku bisa tersenyum setiap saat
bila mengingat masa indah itu
namun air mata ini belum kering
dan masih bisa menetes tatkala
menerawang "masa itu(hari rabu)"
Doaku untuk mu kekasih hatiku.
Doa tuk Bang Syarif
31 Desember 2013
Di akhir
tahun suara terompet terdengar riuh. Tiba-tiba di keriuhan itu, aku
mencari suaramu. Puas aku menilik satu persatu, tapi aku gagal.
Teringat
aku akan sebuah motor "RX-King" yang kita gunakan mengelili kota
Bengkalis.
Aku begitu erat memelukmu yang kurus melawan dingin.
Rindu dengan Bang Syarif
30 Desember 2013
Aku tak mau menangis karena aku tau kau ada di
setiap masalah kerjaku. Padamu dulu ku selalu berbagi. Kini ku kering di
tengah basahnya kesibukan yang menimbun. Hanya Allah yang tau betapa
aku ingin bertemu denganmu.
Adekmu yang selalu manja
dulu, yang sering abang bilang cengeng kini sudah dewasa. Aku rindu
pada sapaanmu di kala sibuk. Terkadang aku tak bisa mengadu tentang pilu
hatiku lagi padamu. Tapi satu hal aku belajar menghargai kepemilikan.
Sesuatu yang kumiliki kini. Adekmu ini sudah sangat bahagia bersama
suami Putra Samsudin. Cuma itu yang ingin ku kabarkan kepadamu. Terima kasih untuk semuanya.
Makan Bakso "Keraton" Bersama Pacarku
Sabtu 28 Desember 2013
Kutarik
nafas bermil-mil panjangnya. Rasanya aku berada dalam dunia tanpa koma
yang diperankan oleh artis dan aktor ternama film Hindia.
Perasaanku
mendadak mengeluarkan haruman bunga sejati seperti mawar dengan
putihnya.
Mengintip Purnama Bersama Pangeran Surga
Suamiku...
masih ingat waktu itu kita berdua mengintip purnama dari tepian
jendela. Sebentar lagi ia akan muncul. Mari kita ulang memandang bersama
walau di tempat jarak yang berbeda.
Besok dirimu kembali... aku akan
menunggumu ditempat yang sama. Aku akan memelukmu lebih hangat dari
pelukan mentari pada siang.
Kado Tahun Baru 2014 Dari Suami
Kenangan Awal Tahun 2012 M Menjemput Tahun 2014 M
1 Januari 2014 pukul 18:14
Aku,
diawal tahun ini aku ingin menulis suatu kenangan. Sebuah pertemuan dua
tahun yang lalu. Kenangan yang masih begitu jelas dalam ingatanku.
Ketika seorang gadis cantik, anggun menjemputku di depan sebuah kampus.
Aku tidak tahu kenapa pada saat itu aku begitu senang ketika berjumpa
dengannya. Ya begitu senang. Padahal sebenarnya kami sudah lama saling
kenal. Ternyata pertemuan itu menjadi awal pelabuhan cintaku. Dan
ternyata pertemuan itu juga menjadi pelabuhan terakhir cintaku saat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)








